Sutradara Lee Chang-dong meraih Silver Lion Grand Jury Prize di Festival Film Internasional Venice ke-83 pada Sabtu waktu setempat melalui film terbarunya, "Possible Love".
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi perfilman Korea Selatan di festival film tertua dunia tersebut, setelah sutradara Kim Ki-duk memenangkan Golden Lion lewat "Pieta" pada 2012.
Bagi Lee, penghargaan itu menuntaskan pencarian panjangnya di Venice, setelah 24 tahun lalu ia meraih Silver Lion untuk Sutradara Terbaik melalui "Oasis" (2002).
Film Pertama Lee Chang-dong Sejak 'Burning'
"Possible Love" merupakan film pertama Lee sejak "Burning" pada 2018 dan langsung menjadi favorit sejak awal.
Film ini dianggap sebagai pesaing utama, mendahului karya-karya besar seperti "Bucking Fastard" milik Werner Herzog, "Primetime" arahan Lance Oppenheim, dan film pembuka "Ink" garapan Danny Boyle.
"Possible Love" berpusat pada pertemuan tak terduga antara dua pasangan yang dipertemukan melalui sebuah proyek dokumenter.
Sul Kyung-gu berperan sebagai Ho-seok, seorang pekerja pabrik yang terkena PHK, sementara Jeon Do-yeon memerankan istrinya, Mi-ok, yang keduanya berjuang setelah tindakan keras polisi terhadap aksi mogok kerja.
Di sisi lain, Zo In-sung dan Cho Yeo-jeong memerankan pasangan kaya, dengan Cho sebagai Ye-ji, pembuat film dokumenter ambisius yang menangkap keterkaitan empat kehidupan tersebut.
Dengan memadukan perjuangan buruh masa lalu Korea dan kekhawatiran sosial kontemporer, film ini menyajikan pandangan menyentuh tentang empati, kecemburuan kelas, dan tanggung jawab seorang seniman.
Sentuhan emosional film diperkuat oleh musik lembut dari komposer Jung Jae-il, yang dikenal lewat karyanya di "Parasite" garapan Bong Joon-ho dan serial Netflix "Squid Game".
