unique visitors counter
⌂ Beranda News Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026: Aturan Baru Capaian Pembelajaran Agama

Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026: Aturan Baru Capaian Pembelajaran Agama

Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026: Aturan Baru Capaian Pembelajaran Agama
Ilustrasi: Kepka BKPDM Nomor 020 Tahun 2026: Aturan Baru Capaian Pembelajaran Agama
A A Ukuran Teks16px

Rentang waktu antara penetapan dan pengumuman ini wajar terjadi pada regulasi teknis kurikulum. Sekolah disarankan segera menyesuaikan perangkat ajar begitu salinan resmi beredar.

Apa Saja yang Berubah?

Perubahan dalam Kepka BKPDM 020 Tahun 2026 bersifat terbatas dan hanya menyentuh Lampiran II dan Lampiran V dari Kepka BSKAP 046/H/KR/2025.

Kedua lampiran itu mengatur capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti untuk seluruh jenjang, mulai Fase A hingga Fase F.

Guru Pendidikan Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu semuanya terdampak revisi ini.

Sementara guru mata pelajaran umum seperti Matematika, IPA, atau Bahasa Indonesia tetap memakai CP lama tanpa penyesuaian tambahan.

Fase Capaian Pembelajaran yang Diatur

Kepka BKPDM 020 Tahun 2026 mengatur capaian pembelajaran agama mulai Fase A pada kelas I dan II SD hingga Fase F pada kelas XI dan XII SMA atau SMK.

Setiap fase memiliki elemen dan capaian yang disesuaikan dengan tingkat kematangan murid.

>>> Produsen Tempe Akui Belum Nikmati Insentif Kedelai

Pembagian fase ini sebenarnya tidak baru, karena mengikuti struktur Kurikulum Merdeka yang sudah berjalan sejak awal. Yang berubah hanya rincian capaian di dalamnya, khusus untuk mata pelajaran agama.

Perubahan Capaian Pembelajaran per Agama

Setiap agama mendapat penyempurnaan elemen dan capaian yang berbeda sesuai karakteristik ajarannya masing-masing. Semua tetap mengarah pada penguatan karakter, bukan sekadar penguasaan materi.

Pendidikan Agama Islam kini menonjolkan dimensi cinta, mencakup cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri sendiri, dan cinta sesama.

Elemen seperti akidah dan akhlak menjadi fondasi yang mengikat seluruh dimensi tersebut.

Pendidikan Agama Kristen memakai pendekatan yang berpusat pada murid, mendorong mereka menjadi pelaku firman dalam keseharian.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot