Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin (14/7) menyatakan bahwa negaranya sedang dalam 'perang total' dengan Amerika Serikat dan Teheran harus menerima konsekuensi dari konflik tersebut.
"Realitasnya adalah bahwa hari ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh," kata Pezeshkian dalam pertemuan dengan pejabat peradilan di Teheran, seperti dikutip dari pernyataan kepresidenan.
>>> Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Ketujuh dalam Satu Dekade
Ia menambahkan bahwa medan pertempuran terpenting saat ini adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat.
"Jika tekanan ekonomi menyebabkan ketidakpuasan sosial terbentuk dan menyebar, modal sosial besar yang telah diciptakan rakyat untuk mendukung negara mungkin akan rusak," ujar Pezeshkian.
Pada Juni lalu, inflasi di Iran melonjak tajam akibat perang, mencapai hampir 90 persen secara tahunan. Data untuk Juli belum tersedia.
>>> Pasar Bullish Memandang BBRI, JPMorgan Sematkan Overweight
Pada akhir Desember, gerakan protes yang awalnya dipicu oleh tingginya biaya hidup dengan cepat berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang meluas, memuncak pada 8 dan 9 Januari.
Otoritas Iran melaporkan lebih dari 3.000 kematian, mengaitkan kekerasan tersebut dengan 'aksi teroris' yang direkayasa oleh Amerika Serikat dan Israel.
>>> Aliran Masuk Dana Asing Berlanjut, IHSG Kembali Menguat
Namun, LSM asing memperkirakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi.
