Pelaku pasar menunjukkan pandangan bullish terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Valuasi saham perseroan dinilai atraktif dan berpotensi memberikan keuntungan yang menarik.
Bank investasi raksasa asal Amerika Serikat, JPMorgan, turut menyematkan rekomendasi overweight (OW) untuk BBRI.
Dalam riset terbarunya, JPMorgan menaikkan target harga 12 bulan (hingga Juni 2027) dari Rp2.730 menjadi Rp3.400.
Pada Senin (20/7/2026), harga saham BBRI ditutup di level Rp3.020. Dengan target baru tersebut, terdapat potensi kenaikan harga sebesar 12,58% dari posisi saat ini.
Risiko Kredit Mikro Menurun
JPMorgan melihat adanya penurunan risiko terkait kredit mikro dan risiko yang lebih kecil terhadap pinjaman yang disalurkan kepada Agrinas.
Selain itu, risiko seputar pinjaman PNM (Permodalan Nasional Madani) dapat dimitigasi jika BBRI mendapat suntikan subsidi bunga 10%.
Bulan lalu, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penurunan bunga pinjaman ultra mikro Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) PNM.
Nasabah cukup membayar bunga 8%, sedangkan 10% sisanya akan ditanggung oleh pemerintah.