Foto Viral Pemakaman Siswi Korban Serangan Sekolah di Minab Dipastikan Bukan Gambar Asli
Foto Viral Korban Serangan di Sekolah Gadis Iran--
Sebuah foto yang beredar luas di media sosial dan diklaim memperlihatkan warga Iran sedang berduka atas kematian siswi sekolah dasar di kota Minab, Iran, memicu perhatian publik. Gambar tersebut disertai narasi emosional yang menyebut para korban tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
Namun hasil pemeriksaan sejumlah pihak menunjukkan foto tersebut bukan dokumentasi asli dari peristiwa yang terjadi, melainkan gambar yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Tragedi Sekolah di Minab Memang Terjadi
Pada 28 Februari 2026, sebuah sekolah dasar perempuan bernama Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dilaporkan hancur akibat serangan udara di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan tersebut.
Dalam laporan media pemerintah Iran, jumlah korban tewas disebut berkisar antara 165 hingga 186 orang. Sebagian besar korban merupakan siswi sekolah dasar yang berusia sekitar tujuh hingga dua belas tahun.
Serangan terjadi saat kegiatan belajar berlangsung sehingga menjadikannya salah satu peristiwa paling mematikan dalam konflik yang berlangsung sepanjang 2026.
Sejumlah foto dan video kerusakan bangunan sekolah telah diverifikasi oleh berbagai media internasional. Hal ini menguatkan bahwa insiden tersebut benar-benar terjadi, meskipun tidak semua gambar yang beredar di internet berasal dari lokasi kejadian.
Foto Viral Dipastikan Bukan Dokumentasi Asli
Salah satu gambar yang paling banyak beredar memperlihatkan sejumlah anak perempuan dan warga yang tampak berduka di sekitar makam korban. Foto ini dibagikan ribuan kali dengan narasi bahwa itu adalah momen pemakaman para siswi di Minab.
Namun penelusuran situs pemeriksa fakta Snopes menyimpulkan bahwa gambar tersebut bukan foto nyata, melainkan kemungkinan besar dihasilkan oleh sistem generatif berbasis AI.
1. Kejanggalan pada wajah dan tangan
Pemeriksaan visual menemukan sejumlah anomali yang sering muncul pada gambar buatan AI. Beberapa wajah tampak tidak proporsional, sementara bentuk tangan pada sejumlah figur terlihat tidak wajar dan memiliki susunan jari yang tidak normal.
2. Analisis menggunakan alat deteksi AI
Gambar tersebut juga diuji menggunakan beberapa alat pendeteksi seperti Undetectable dan WasItAI. Hasil analisis menunjukkan probabilitas tinggi bahwa gambar tersebut dihasilkan oleh teknologi generatif.
Meskipun alat deteksi AI tidak selalu memberikan hasil mutlak, beberapa pemeriksaan yang berbeda menunjukkan indikasi yang serupa.
3. Penelusuran sumber unggahan
Investigasi lebih lanjut menemukan bahwa foto tersebut pertama kali muncul di platform X dari akun seorang jurnalis asal Pakistan.
Dalam unggahan lanjutan, ia menyatakan bahwa gambar tersebut dibagikan secara simbolis untuk menggambarkan tragedi, bukan sebagai foto asli dari lokasi kejadian.
Pentingnya Verifikasi di Era AI
Kasus foto viral terkait tragedi Minab menjadi contoh bagaimana gambar buatan AI dapat terlihat realistis dan mudah memicu emosi publik ketika disebarkan dalam konteks konflik.
Di tengah situasi perang atau krisis kemanusiaan, konten visual yang menyentuh sering kali cepat menyebar tanpa proses verifikasi.
Karena itu, pengguna internet disarankan lebih berhati-hati sebelum membagikan foto yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan peristiwa sensitif di tingkat global.
Beberapa tanda umum gambar hasil AI antara lain bentuk jari yang tidak wajar, wajah yang terlihat tidak simetris, serta detail latar belakang yang tidak konsisten.
Pengguna juga dapat memanfaatkan alat deteksi AI untuk membantu memeriksa keaslian gambar sebelum menyebarkannya.