unique visitors counter
⌂ Beranda News Jelajahi Taman Seoul dengan Tur Budaya Joseon Dynasty

Jelajahi Taman Seoul dengan Tur Budaya Joseon Dynasty

Jelajahi Taman Seoul dengan Tur Budaya Joseon Dynasty
Pengunjung mengenakan gat saat mengikuti tur taman di Seoul Forest
A A Ukuran Teks16px

Seoul kini menawarkan cara unik untuk menikmati keindahan tamannya.

Sebuah program tur baru bernama "Seoul Garden Traveler" mengajak pengunjung untuk merasakan suasana berbeda di tengah hiruk pikuk ibu kota Korea Selatan.

>>> Rahasia Bugar Jun Ji-hyun di Usia 45: Diet Ketat dan Olahraga Intens

IN2

Program ini mengubah taman-taman kota menjadi jendela waktu, membawa peserta kembali ke era Dinasti Joseon. Pengunjung dapat merasakan ritme kehidupan yang lebih tenang, jauh dari kesibukan modern.

Pengalaman Imersif Era Joseon

Di Seoul Forest, pengunjung asing kini semakin sering terlihat mengenakan 'gat', topi tradisional bangsawan era Joseon yang terbuat dari rambut kuda.

Mereka mengikuti pemandu yang mengenakan pakaian bangsawan tradisional.

in2

"Seoul Garden Traveler" adalah program pemandu wisata imersif yang diluncurkan oleh Pemerintah Metropolitan Seoul. Tujuannya adalah memperkenalkan konsep 'pungnyu' kepada warga asing dan turis.

'Pungnyu' sendiri merujuk pada seni tradisional Korea dalam menikmati alam dengan santai dan sentuhan puitis. Inisiatif ini kembali hadir setelah kesuksesan uji coba di Boramae Park tahun lalu.

Program ini berhasil mengubah aktivitas jalan-jalan biasa di taman menjadi sebuah kapsul waktu budaya. Peserta diajak untuk meresapi keindahan alam sambil belajar tentang filosofi dan estetika tradisional Korea.

>>> Dongwha Electrolyte Amankan Pasokan Lithium Salt Eksklusif dari Produsen China

Jadwal Tur dan Lokasi

Program "Seoul Garden Traveler" ini akan berlangsung hingga 31 Mei mendatang. Tur akan diadakan setiap hari Jumat dalam bahasa Inggris.

Peserta dapat bergabung dalam tur yang dipandu oleh sosok-sosok berpakaian tradisional. Pengalaman ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana orang Korea pada masa lalu menghargai alam.

Selain Seoul Forest, program serupa juga pernah sukses digelar di Boramae Park. Hal ini menunjukkan antusiasme publik terhadap cara baru dalam berwisata budaya di Seoul.

Melalui program ini, Seoul tidak hanya memamerkan keindahan tamannya, tetapi juga kekayaan warisan budayanya. Pengunjung mendapatkan pengalaman yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Konsep 'pungnyu' yang diajarkan dalam tur ini menekankan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Ini adalah kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan sisi lain dari Seoul yang modern.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata Seoul, khususnya bagi turis yang mencari pengalaman budaya otentik. Pengenalan 'pungnyu' melalui tur taman ini menjadi daya tarik tersendiri.

>>> Portal Belajar Gratis Seoul Buka Jalan Karier AI bagi Warga Kurang Mampu

Dengan mengikuti "Seoul Garden Traveler", pengunjung dapat merasakan ketenangan dan keindahan yang terinspirasi dari era Joseon. Ini adalah cara yang menarik untuk menjelajahi Seoul.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru