unique visitors counter
⌂ Beranda News Mahasiswa Korsel Sewakan ID demi Tiket Festival, Berujung Calo

Mahasiswa Korsel Sewakan ID demi Tiket Festival, Berujung Calo

Mahasiswa Korsel Sewakan ID demi Tiket Festival, Berujung Calo
Panggung festival kampus di Korea Selatan dengan idola K-pop tampil di hadapan kerumunan penonton
A A Ukuran Teks16px

Musim semi di Korea Selatan identik dengan festival kampus yang meriah. Panggung terbuka dimeriahkan penampilan idola K-pop ternama, namun di balik kemeriahan itu, praktik calo tiket kembali merajalela.

Para mahasiswa diketahui menyewakan kartu identitas mereka dengan imbalan yang cukup besar. Tujuannya tak lain untuk memfasilitasi para penggemar yang ingin menyaksikan idola mereka tampil.

>>> Rahasia Bugar Jun Ji-hyun di Usia 45: Diet Ketat dan Olahraga Intens

IN2

Penawaran sewa ID ini banyak ditemukan di berbagai platform jual beli daring. Salah satu postingan bahkan terang-terangan menawarkan jasa tembus pemeriksaan identitas mahasiswa.

"Bisa bantu lolos pemeriksaan ID mahasiswa kok. Asal jangan ketahuan kalau gelang masuknya sudah dilepas," tulis salah satu penjual di marketplace daring.

Tak sedikit pula yang berdalih bahwa foto pada kartu identitas tidak terlalu menjadi masalah. Alasannya, ukuran foto yang kecil membuat pemeriksaan tidak terlalu ketat.

in2

"Foto di KTP (kartu mahasiswa) tidak masalah karena kecil. Bilang saja habis operasi plastik, pasti diperbolehkan masuk," klaim postingan lain.

Para penggemar idola K-pop rela merogoh kocek dalam demi mendapatkan tiket festival. Mereka rela menyamar sebagai mahasiswa demi bisa melihat idola kesayangan dari dekat.

Pihak penyelenggara festival sebenarnya telah berulang kali menerapkan prosedur pemeriksaan identitas yang lebih ketat. Tujuannya adalah untuk memberantas praktik jual beli tiket ilegal.

>>> Presiden Lee Kecam Rentenir Ilegal, Ingatkan Tanggung Jawab Lembaga Keuangan

Namun, setiap tahunnya, praktik peminjaman kartu identitas mahasiswa kembali menjadi kendala. Hal ini mempersulit identifikasi tiket yang diperoleh secara ilegal.

Para calo memanfaatkan celah ini untuk meraup keuntungan. Mereka membeli tiket dalam jumlah banyak, lalu menjualnya kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Fenomena ini menimbulkan kekecewaan di kalangan mahasiswa asli yang kesulitan mendapatkan tiket secara wajar. Selain itu, pihak kampus juga menghadapi tantangan dalam menjaga ketertiban dan keamanan acara.

Beberapa kampus dilaporkan mulai menerapkan sistem verifikasi yang lebih canggih. Penggunaan QR code pada tiket yang terhubung langsung dengan data mahasiswa menjadi salah satu solusi yang dipertimbangkan.

Namun, efektivitas langkah-langkah tersebut masih perlu dibuktikan. Perburuan tiket festival kampus oleh para calo sepertinya akan terus berlanjut selama ada celah yang bisa dimanfaatkan.

>>> Persaingan Wali Kota Seoul Memanas, Jarak Chong Menyusut ke Margin Error

Pihak berwenang dan penyelenggara festival diharapkan dapat terus berinovasi dalam sistem pengamanan tiket. Tujuannya agar festival kampus dapat dinikmati oleh seluruh mahasiswa dan penggemar secara adil.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru