Alun-alun Gwanghwamun di jantung ibu kota Seoul kini disulap menjadi hutan yang semarak.
Korea Forest Service dan Korea Forestry Promotion Institute meluncurkan Festival Makanan Hutan 2026 awal pekan ini.
>>> Rahasia Bugar Jun Ji-hyun di Usia 45: Diet Ketat dan Olahraga Intens
Acara ini mengubah alun-alun bersejarah tersebut menjadi pasar luas untuk hasil hutan musiman nasional.
Festival ini menjadi pusat perhatian dari kampanye promosi selama sebulan penuh.
Tujuannya adalah untuk mengenalkan nilai kuliner dan obat-obatan dari produk hutan Korea.
Saat musim semi mencapai puncaknya, festival ini menawarkan kesempatan langka bagi warga kota.
Mereka dapat memperoleh herba liar pegunungan premium langsung dari para petani yang membudidayakannya.
Demonstrasi Kuliner Unik
Upacara pembukaan menampilkan duo kuliner yang tak terduga.
Park Eun-sik, administrator Korea Forest Service, berkolaborasi dengan Cho Hee-sook.
Cho Hee-sook adalah koki ternama yang sering disebut sebagai "Bunda Hansik" atau masakan tradisional Korea.
Bersama-sama, mereka memimpin demonstrasi yang menampilkan manfaat kesehatan dari hasil hutan.
Acara ini menekankan pentingnya produk hutan dalam diet sehat dan gaya hidup.
Pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan yang terbuat dari bahan-bahan segar musim semi.
Festival ini juga menjadi wadah edukasi mengenai keberlanjutan pengelolaan hutan.
>>> Libur Hari Buruh Nasional Pertama Dongkrak 55% Perjalanan Domestik
Para petani berbagi pengetahuan tentang teknik budidaya dan manfaat produk mereka.
Kehadiran Chef Cho Hee-sook menambah daya tarik festival ini.
Beliau dikenal luas atas dedikasinya dalam mempromosikan masakan tradisional Korea.
Demonstrasi memasaknya menarik perhatian banyak pengunjung yang ingin belajar.
Mereka diperkenalkan pada penggunaan herba dan sayuran liar dalam masakan sehari-hari.
Festival Makanan Hutan 2026 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik.
Kesadaran tersebut mengenai pentingnya produk hutan bagi kesehatan dan ekonomi lokal.
Acara ini juga mendukung para petani dan produsen hasil hutan.
Mereka mendapatkan platform untuk menjual produk berkualitas langsung kepada konsumen.
Transformasi Gwanghwamun Square menjadi pasar hasil hutan ini memberikan pengalaman unik.
Pengunjung dapat merasakan kekayaan alam Korea tanpa harus pergi ke pegunungan.
>>> Mantan Tawanan Perang Korea Menangkan Gugatan Ganti Rugi Lagi Terhadap Korut
Festival ini berlangsung selama sebulan penuh, menawarkan berbagai kegiatan dan produk menarik.