Korea Heritage Service mengumumkan niatnya untuk menetapkan "Haebuhak" sebagai Warisan Budaya Terdaftar Nasional. Penetapan ini menandai pengakuan resmi terhadap nilai historis dan linguistik dari buku tersebut.
"Haebuhak" merupakan buku teks anatomi pertama yang ditulis sepenuhnya menggunakan aksara Hangeul, bahasa Korea asli.
>>> Rahasia Bugar Jun Ji-hyun di Usia 45: Diet Ketat dan Olahraga Intens
Tonggak Sejarah Literasi Medis Korea
Buku yang diterbitkan pada tahun 1906 ini terdiri dari tiga volume. Keberadaannya menjadi pembeda signifikan dari tradisi penulisan ilmiah yang didominasi aksara Tiongkok selama berabad-abad di Semenanjung Korea.
Para cendekiawan elit Dinasti Joseon pada masa itu umumnya berkomunikasi menggunakan karakter Tiongkok. Namun, penulis "Haebuhak" memiliki visi yang berbeda.
Mereka berupaya mendemokratisasi ilmu pengetahuan Barat dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa vernakular, yaitu bahasa Korea.
Inovasi Linguistik dan Aksesibilitas Ilmu
Teks ini tidak hanya dihargai karena kebaruannya, tetapi lebih kepada kecerdikan linguistik yang mendalam.
>>> Festival Makanan Hutan Meriahkan Gwanghwamun Square, Sajikan Hasil Panen Musim Semi
Alih-alih mengimpor kata-kata pinjaman asing, para penulis memilih untuk menggunakan istilah-istilah Korea yang sudah ada atau menciptakan istilah baru yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Pendekatan ini memungkinkan akses yang lebih luas terhadap pengetahuan medis Barat bagi masyarakat Korea pada masa itu.
Sebelum era klinik modern yang canggih, "Haebuhak" menjadi jembatan penting dalam penyebaran informasi kesehatan.
Penerbitannya di Jejungwon, rumah sakit bergaya Barat pertama di Korea, semakin mengukuhkan perannya dalam modernisasi bidang medis negara tersebut.
>>> Libur Hari Buruh Nasional Pertama Dongkrak 55% Perjalanan Domestik
Pengakuan sebagai Warisan Budaya Nasional ini menegaskan kembali pentingnya "Haebuhak" tidak hanya sebagai teks medis, tetapi juga sebagai bukti evolusi bahasa dan upaya pelestarian budaya Korea.