unique visitors counter
⌂ Beranda News Envoys Desak Dunia Bertindak untuk 20.000 Anak Ukraina Dideportasi Rusia

Envoys Desak Dunia Bertindak untuk 20.000 Anak Ukraina Dideportasi Rusia

Envoys Desak Dunia Bertindak untuk 20.000 Anak Ukraina Dideportasi Rusia
A A Ukuran Teks16px

Duta besar Uni Eropa, Kanada, dan Ukraina untuk Korea Selatan mendesak komunitas internasional untuk bertindak atas deportasi dan pemindahan paksa lebih dari 20.000 anak Ukraina oleh Rusia.

Dalam opini bersama yang diterbitkan Yonhap News Agency pada Senin, mereka menyebut praktik itu sebagai pelanggaran hak asasi manusia anak secara sistematis dan besar-besaran.

>>> BTS Cetak Rekor Baru di Billboard 200 dengan 'ARIRANG'

IN2

Ketiga diplomat tersebut adalah Ugo Astuto (Uni Eropa), Philippe Lafortune (Kanada), dan Andrii Vieshkin (Kuasa Usaha Ukraina).

Mereka merupakan anggota Koalisi Internasional untuk Pemulangan Anak-Anak Ukraina yang diluncurkan pada Februari 2024.

Koalisi tersebut baru saja menggelar pertemuan tingkat tinggi di Brussel pekan lalu.

in2

Pelanggaran Sejak 2014

Menurut para duta besar, Kementerian Kehakiman Ukraina telah mengonfirmasi lebih dari 20.000 kasus deportasi dan pemindahan paksa anak-anak ke Rusia atau wilayah yang dikuasai Rusia.

Praktik ini tidak dimulai saat invasi skala penuh Rusia pada 2022, melainkan sejak pendudukan ilegal Krimea pada 2014.

Para diplomat menekankan bahwa praktik tersebut telah berkembang menjadi pelanggaran sistematis dan besar-besaran terhadap hak-hak anak Ukraina.

Pelacakan anak-anak yang dideportasi atau dipindahkan masih sangat sulit karena Rusia tidak memberikan informasi yang relevan.

Oleh karena itu, kerja sama internasional sangat penting. Tidak ada negara yang bisa mengatasi tantangan ini sendirian.

>>> Gol Vinicius Bawa Real Madrid Kalahkan Sevilla 1-0

Melindungi anak-anak dalam konflik bukanlah prinsip abstrak, melainkan tanggung jawab kemanusiaan yang membutuhkan kerja sama internasional berkelanjutan.

Saat ini, 49 negara dan organisasi internasional besar, termasuk Amerika Serikat dan Jepang, berpartisipasi dalam koalisi tersebut. Korea Selatan belum bergabung.

Para duta besar menambahkan bahwa konferensi tingkat menteri mengenai masalah ini dijadwalkan berlangsung di Toronto pada September 2026, yang akan menjadi tuan rumah bersama Kanada, Ukraina, dan Norwegia.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa isu pemindahan paksa dan pemulangan anak-anak Ukraina terkait, dalam beberapa hal, dengan masalah keamanan di Semenanjung Korea.

Pekan lalu, Inggris mengumumkan sanksi terhadap organisasi dan individu yang diduga terlibat dalam pemindahan paksa anak-anak Ukraina.

Daftar tersebut mencakup Kamp Anak Internasional Songdowon di Wonsan, Korea Utara, karena dicurigai memiliki hubungan dengan Rusia.

Para duta besar menekankan bahwa kerja sama internasional sangat penting untuk mengatasi tantangan ini, karena tidak ada negara yang bisa melakukannya sendirian.

>>> CORTIS Tembus Top 3 Billboard 200 dengan "GREENGREEN", Album Pertama di 10 Besar

Mereka juga menyoroti bahwa konferensi tingkat menteri tentang masalah ini dijadwalkan berlangsung di Toronto pada September 2026, yang akan menjadi tuan rumah bersama Kanada, Ukraina, dan Norwegia.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru