unique visitors counter
⌂ Beranda News Bulog Perkuat Ketahanan Pangan di Kepulauan Riau dengan Gudang Baru

Bulog Perkuat Ketahanan Pangan di Kepulauan Riau dengan Gudang Baru

Bulog Perkuat Ketahanan Pangan di Kepulauan Riau dengan Gudang Baru
A A Ukuran Teks16px

Untuk wilayah lain seperti Kota Batam dan Pulau Bintan yang meliputi Kota Tanjungpinang serta Kabupaten Bintan, masing-masing sudah memiliki gudang Bulog berkapasitas 2.000 hingga 3.500 ton.

Kapasitas tersebut dinilai cukup memenuhi kebutuhan beras masyarakat.

Sementara di Kabupaten Karimun, Bulog masih menyewa gudang berkapasitas 800 ton. Dalam waktu dekat, pemerintah pusat akan membangun gudang permanen berkapasitas 2.000 ton di wilayah tersebut.

IN2

>>> Bezzecchi Perlebar Jarak di Klasemen MotoGP Usai Drama Penalti Catalunya

Pembangunan gudang baru Bulog di kawasan hinterland Kepri didanai melalui APBN. Pemerintah daerah menyiapkan hibah lahan untuk mendukung proyek ini.

Tak hanya membangun pergudangan, Bulog juga menyiapkan kompleks yang dilengkapi kantor, rumah dinas, musala, serta memberdayakan warga sekitar untuk aktivitas bongkar muat beras.

in2

Tantangan Geografis dan Distribusi

Penambahan lima gudang baru di wilayah Kepri dipengaruhi kondisi geografis antarpulau yang memiliki rentang kendali jauh.

Hal ini memicu tingginya biaya distribusi beras, belum lagi faktor cuaca yang kerap tidak menentu.

Sebagai contoh, perjalanan laut dari Ranai, ibu kota Natuna, menuju Pulau Laut —salah satu kecamatan di Natuna— memakan waktu sekitar enam jam.

Keberadaan gudang baru diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di wilayah 3T melalui pasokan cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog.

Dengan begitu, beras medium berharga terjangkau dapat menjangkau wilayah yang belum maupun yang sudah tersentuh program SPHP, tetapi masih menghadapi harga lebih tinggi akibat jalur distribusi yang panjang.

Selain itu, Bulog juga dapat memasok beras lebih awal untuk mengantisipasi musim angin utara yang kerap memicu gelombang hingga empat meter.

Kondisi ini berpotensi menghambat pengiriman beras ke pulau-pulau terluar.

Dengan 2.408 pulau dan 394 di antaranya berpenghuni, Kepri memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga ketahanan pangan.

Selain bukan daerah penghasil pertanian, distribusi bahan pokok antarpulau juga menghadapi biaya logistik yang relatif tinggi melalui jalur laut.

Karena itu, kehadiran Bulog sangat dibutuhkan masyarakat perbatasan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan tetap terjaga.

Bulog juga bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam memperkuat program Asta Cita Presiden RI di sektor ketahanan pangan.

>>> PSG Tutup Musim Ligue 1 dengan Kekalahan 1-2 dari Paris FC

Sinergi ini menjadi bagian dari transformasi bisnis Bulog melalui pembangunan infrastruktur pascapanen guna memperkuat ketahanan pangan nasional dari Sabang hingga Merauke.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru