unique visitors counter
⌂ Beranda News Kuba Tegaskan Hak Pertahanan Diri Usai Isu Pengadaan Drone

Kuba Tegaskan Hak Pertahanan Diri Usai Isu Pengadaan Drone

Kuba Tegaskan Hak Pertahanan Diri Usai Isu Pengadaan Drone
A A Ukuran Teks16px

Kuba menegaskan haknya untuk membela diri terhadap agresi asing menyusul laporan media yang mengutip tuduhan intelijen Amerika Serikat yang belum terverifikasi.

Kedutaan Besar Kuba di AS menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun media sosial X pada Minggu (17/5/2026).

>>> BMKG: Waspada Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Sumut Hari Ini

IN2

"Seperti negara mana pun, Kuba memiliki hak untuk membela diri terhadap agresi asing," demikian bunyi pernyataan kedutaan.

Mereka menambahkan bahwa tindakan tersebut disebut membela diri dan dilindungi oleh hukum internasional serta Piagam PBB.

Kedutaan juga menuduh para kritikus di AS telah memutarbalikkan persiapan pertahanan yang wajar oleh Kuba.

in2

"Mereka dari AS yang berupaya menundukkan dan menghancurkan bangsa Kuba melalui agresi militer tidak menyia-nyiakan momen untuk membuat dalih dan menyebarkan kebohongan," tulis pernyataan itu.

Laporan Intelijen AS soal Drone Kuba

Sebelumnya, situs berita Axios melaporkan bahwa penilaian intelijen AS yang bersifat rahasia dan belum diverifikasi menyebut Kuba telah memperoleh lebih dari 300 drone militer.

Laporan itu juga menyebutkan adanya pembahasan kemungkinan penggunaan drone terhadap target Amerika.

Menurut laporan tersebut, target potensial yang dibahas termasuk pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo, kapal militer AS, dan mungkin Key West, Florida.

Namun, para pejabat AS tidak percaya Kuba sedang mempersiapkan serangan yang akan segera terjadi.

>>> KKP: Ikan Nila Jadi Andalan Baru Ekspor, Tembus Pasar AS dan Eropa

Tuduhan itu disebut telah meningkatkan kekhawatiran dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait hubungan militer Havana dengan Rusia dan Iran.

Kekhawatiran juga muncul atas meningkatnya penggunaan drone dalam perang.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez memberikan tanggapan terpisah di X. Ia menuduh Washington membangun "kasus palsu" untuk membenarkan tekanan ekonomi dan kemungkinan agresi terhadap Kuba.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru