Tim peneliti dari Universitas Iwate, Jepang, mengungkapkan bahwa kebiasaan pilih-pilih makanan pada kucing lebih dipengaruhi oleh indra penciuman daripada sifat manja.
Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Physiology and Behavior pada 1 April 2026 dan dikutip Kyodo, Minggu (17/5).
>>> Pertamina dan MedcoEnergi Mulai Serap Minyak dari Sumur Rakyat
Peneliti menemukan bahwa jumlah makanan yang dikonsumsi kucing menurun saat diberi makanan yang sama secara berulang.
Namun, nafsu makan kembali meningkat ketika aroma makanan diubah, meskipun jenis makanannya tetap sama.
Pentingnya Rangsangan Penciuman
Temuan ini menyoroti peran rangsangan penciuman dalam pola makan kucing.
Studi tersebut dinilai dapat membantu perawatan kucing lanjut usia atau yang sakit, yang sering mengalami penurunan nafsu makan.
Kucing umumnya makan dalam porsi kecil beberapa kali sehari dan sering menyisakan makanan.
Perilaku ini selama ini dianggap berkaitan dengan suasana hati atau insting alami, meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.
“Riset kami menjawab pertanyaan yang sering diajukan pemilik kucing,” kata Profesor Masao Miyazaki, ahli biologi molekuler dan seluler yang memimpin studi tersebut.
>>> Retakan Politik Warnai Perayaan 70 Tahun Eurovision
Dalam eksperimen, 12 kucing diberi makan enam kali secara berkala dengan jeda 10 menit. Saat makanan yang diberikan sama, jumlah konsumsi kucing terus menurun pada setiap sesi.
Namun, ketika makanan berbeda diberikan pada sesi keenam, jumlah makanan yang dikonsumsi meningkat.
Efek serupa juga muncul ketika peneliti menambahkan aroma baru pada makanan yang sama di sesi terakhir.
Tim peneliti juga menemukan bahwa paparan aroma yang sama secara terus-menerus di antara waktu makan menurunkan konsumsi makanan.
Sebaliknya, aroma baru membantu mempertahankan tingkat konsumsi yang lebih tinggi.
Peneliti menyimpulkan bahwa pola makan kucing dipengaruhi oleh rasa kenyang serta “habituasi penciuman”, yaitu menurunnya sensitivitas terhadap aroma yang terus berulang.
Sementara “dishabituasi” terjadi ketika rangsangan baru memulihkan minat terhadap makanan.
>>> Riau Terima 14 Ekor Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Subianto
“Pergantian makanan dengan aroma berbeda dapat membantu meningkatkan nafsu makan kucing,” kata Miyazaki. Ia berharap temuan ini dapat mempererat hubungan antara kucing dan pemiliknya.
