unique visitors counter
⌂ Beranda News Retakan Politik Warnai Perayaan 70 Tahun Eurovision

Retakan Politik Warnai Perayaan 70 Tahun Eurovision

Retakan Politik Warnai Perayaan 70 Tahun Eurovision
A A Ukuran Teks16px

Perayaan 70 tahun Kontes Lagu Eurovision pada 2026 justru diwarnai retakan politik yang cukup dalam. Sejumlah negara memutuskan mundur dari ajang tersebut karena partisipasi Israel.

Lima negara telah mengumumkan penarikan diri dari Eurovision 2026. Keputusan ini dipicu oleh keikutsertaan Israel di tengah konflik Gaza yang masih berlangsung.

>>> Riau Terima 14 Ekor Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Subianto

IN2

Boikot dan Protes Mengiringi Eurovision

Isu boikot terhadap Eurovision sebenarnya sudah muncul sejak tahun sebelumnya. Pada Desember 2025, Eurovision 2026 diterpa isu boikot karena partisipasi Israel.

Spanyol menjadi salah satu negara yang secara resmi menarik diri pada awal Desember 2025. Langkah ini diikuti oleh negara-negara lain yang mengecam keterlibatan Israel.

Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol pada Mei 2025 mendesak larangan bagi Israel untuk berpartisipasi. Desakan itu dikaitkan dengan konflik Gaza yang memicu krisis kemanusiaan.

in2

Gerakan boikot juga muncul di Swedia. Ratusan orang pada Mei 2024 mendesak agar Israel dikecualikan dari Eurovision Song Contest.

Media Swedia memperkirakan akan terjadi aksi protes besar jika Israel tetap diizinkan tampil. Bahkan, pada Maret 2024, grand final Eurovision tidak ditayangkan di beberapa wilayah karena partisipasi Israel.

>>> Pengamat Usulkan RUU Pemilu Perjelas Aturan Kampanye Digital

Larangan bendera Palestina di ajang Eurovision juga menjadi sorotan. Keputusan itu diambil pada Mei 2024 dan menuai kritik dari berbagai pihak.

Musisi Swedia pada Januari 2024 mendesak agar Israel dikeluarkan dari kontes. Tekanan dari kalangan seniman terus menguat seiring berjalannya waktu.

Dampak Politik pada Ajang Musik

Retakan politik ini mencoreng semangat persatuan yang selama ini dijunjung Eurovision. Ajang yang seharusnya merayakan musik justru menjadi panggung perpecahan.

Keputusan mundurnya lima negara menunjukkan bahwa isu politik sulit dipisahkan dari acara internasional. Eurovision kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga relevansinya.

Belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara mengenai langkah selanjutnya. Namun, tekanan dari berbagai negara dan kelompok masyarakat terus meningkat.

>>> IHSG Ditutup Melemah, Investor Beralih ke Aset Aman

Perayaan 70 tahun Eurovision yang seharusnya penuh sukacita kini berubah menjadi ajang kontroversi. Masa depan kontes ini pun dipertanyakan di tengah gelombang boikot.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru