Pemerintah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, menyalurkan paket bantuan sosial dan jaringan listrik kepada komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah tersebut.
Bupati Merangin Muhammad Syukur menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak SAD untuk memutus rantai kemiskinan.
>>> Tak Ada Pemain PSG di Tiga Besar Pencetak Gol dan Assist Liga Prancis 2025/2026
"Anak-anak harus sekolah, tidak ada bajunya, tasnya, atau sepatunya, bupati yang siapkan. Saya ingin semua mendapat perlakuan adil di sekolah," kata Syukur di Merangin, Senin.
Ia juga mengimbau warga SAD meninggalkan aktivitas ilegal seperti penambangan emas tanpa izin (PETI) yang sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.
Syukur menyampaikan rencana pemerintah pusat menggelontorkan dana hampir Rp300 miliar untuk membangun Sekolah Rakyat berasrama tahun ini.
Fasilitas itu diprioritaskan bagi anak-anak SAD dengan jaminan biaya hidup, makan, pakaian, dan pendidikan ditanggung negara.
"Dunia sudah berubah, kita harus bertransformasi.
Siapa tahu 20 atau 30 tahun ke depan, yang menjadi Bupati Merangin adalah anak dari suku anak dalam, tapi syaratnya harus sekolah dan kuliah S1," jelas dia.
Bantuan Sosial dan Listrik
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Merangin Abdul Lazik menyatakan program bantuan seperti keramba jaring apung merupakan stimulus dari Dirjen Perlindungan dan Pembinaan Kelompok Adat Terpencil Kemensos RI.
Bantuan dipusatkan bagi warga SAD yang bermukim di lingkar luar Dam Betuk.
>>> Menteri UMKM Minta Marketplace Tak Sembarangan Naikkan Biaya Layanan
Dinas Sosial menggandeng Dinas Perikanan untuk memberikan pembinaan teknis budidaya secara berkala kepada penerima manfaat.
Selain sarana perikanan, pemerintah menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Triwulan II senilai kurang lebih Rp7 miliar yang menyasar 11.047 penerima manfaat di Kabupaten Merangin.
Bantuan pemasangan instalasi listrik gratis senilai Rp24,5 juta diberikan kepada 5 unit rumah warga SAD di Desa Pauh Menang.
Seluruh bantuan dana ditransfer langsung oleh pemerintah pusat ke rekening penerima melalui Kantor Pos.
"Teknisi sudah tiba untuk melakukan pemasangan mulai besok pagi.
Harapan kami, melalui keramba apung ini, rekan-rekan Suku Anak Dalam mampu beralih profesi, mendapatkan keahlian baru, dan mendongkrak penghasilan harian mereka," jelas Abdul Lazik.
Bupati juga menyoroti pentingnya transformasi cara berpikir bagi komunitas SAD. "Dunia sudah berubah, kita harus bertransformasi melalui cara berpikir," ujarnya.
>>> ICH Pastikan Penuhi Standar Lembaga Kliring Global
Ia berharap suatu hari nanti ada anak SAD yang menjadi bupati, asalkan mau sekolah dan kuliah S1.