Para ilmuwan telah mengembangkan teknik nanoskopi baru yang mengungkap jaringan tersembunyi yang digunakan untuk komunikasi antar sel. Terobosan ini membuka jalan baru untuk memahami penyakit manusia.
Dengan teknik ini, peneliti dapat mengamati cara sel hidup berinteraksi dengan lingkungannya selama beberapa hari. Mereka mengungkap perilaku tiga dimensi yang sebelumnya tidak terlihat dengan mikroskop konvensional.
>>> TNI AL Gagalkan Penyelundupan Komoditas Ilegal Senilai Rp1,6 Miliar
Pernyataan dari Universitas Nasional Australia (ANU) menyebutkan bahwa teknik ini menggunakan pencitraan yang lembut dan tanpa label.
Hal ini memungkinkan pengamatan kehidupan sel yang dinamis secara real-time dan tiga dimensi.
Peneliti senior Steve Lee dari John Curtin School of Medical Research ANU mengatakan, "Menggunakan pencitraan yang lembut dan nirlabel, kami akhirnya dapat menyaksikan kehidupan sel yang tersembunyi dan dinamis secara real time dan tiga dimensional."
Lee menambahkan bahwa teknik ini memungkinkan terobosan yang lebih cepat dan akurat dalam memahami dan mengobati penyakit manusia pada skala nano.
Teknik ini juga menghindari label kimiawi yang biasa digunakan dalam nanoskopi yang dapat merusak sel melalui fototoksisitas.
Metode nanoskopi baru yang disebut RO-iSCAT bertujuan mengamati perpanjangan sel yang tipis dan menyerupai benang dalam skala nano.
Resolusinya melampaui mikroskop konvensional, demikian studi yang diterbitkan di jurnal Nature Communications.
Melalui pencitraan kontinu selama beberapa hari, struktur tersebut terlihat memanjang, menyusut, dan terhubung kembali.
>>> Iran Tegaskan Tak Akan Lepaskan Hak Nuklir yang Dijamin NPT
Mereka membentuk jaringan rumit yang mentransfer pesan biokimia ke sel-sel tetangga, menantang pandangan sebelumnya yang didasarkan pada citra statis.
Temuan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang bagaimana penyakit berkembang.
Para peneliti menyebutkan potensi untuk menyelidiki bagaimana sel kanker pankreas dan sel pembuluh darah manusia membentuk banyak jembatan "ketat" dengan jaringan di sekitarnya, yang berpotensi membantu pertumbuhan tumor dan resistansi terhadap pengobatan.
Metode ini juga dapat membantu para ilmuwan memahami cara virus berpindah antarsel. Beberapa virus diduga menyebar melalui jembatan seluler tersebut.
Selain itu, metode ini dapat membantu mengembangkan strategi pemberian obat yang lebih tepat.
Para peneliti mengatakan bahwa struktur-struktur tersebut terlihat memanjang, menyusut, dan terhubung kembali selama pencitraan kontinu, membentuk jaringan rumit yang mentransfer pesan biokimia ke sel-sel tetangga.
Hal ini menantang pandangan sebelumnya yang didasarkan pada citra-citra statis.
>>> Kemensos Jaring 700 Anak Jalanan Jabodetabek untuk Masuk Sekolah Rakyat
Temuan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang bagaimana penyakit berkembang, termasuk menyelidiki bagaimana sel kanker pankreas dan sel pembuluh darah manusia membentuk banyak jembatan "ketat" dengan jaringan di sekitarnya, yang berpotensi membantu pertumbuhan tumor dan resistansi terhadap pengobatan.