Teheran menegaskan tidak berniat melepaskan hak-hak yang dijamin oleh Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei pada Senin, 18 Mei 2026.
>>> Kemensos Jaring 700 Anak Jalanan Jabodetabek untuk Masuk Sekolah Rakyat
Pernyataan tersebut merupakan respons atas komentar Amerika Serikat terkait program pengayaan uranium Iran.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan puas jika Iran menangguhkan pengayaan uranium selama 20 tahun.
Namun, Washington membutuhkan jaminan nyata bahwa Teheran akan mematuhi perjanjian tersebut. Baghaei menekankan bahwa saat ini Iran fokus pada upaya mengakhiri perang.
Fokus pada Pengakhiran Perang
"Saat ini kami fokus untuk mengakhiri perang.
Mengenai isu nuklir, kami telah menekankan bahwa kami tidak berniat untuk melepaskan hak-hak kami berdasarkan NPT," kata Baghaei kepada wartawan.
"Kami belum membahas detail masalah nuklir, dan pada tahap saat ini semua perhatian kami akan terfokus pada upaya mengakhiri perang," imbuhnya.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa isu nuklir belum menjadi prioritas utama dalam pembicaraan saat ini. Iran lebih memusatkan perhatian pada penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.
Hak Nuklir untuk Tujuan Damai
Salah satu pilar dalam NPT adalah hak setiap negara untuk menggunakan, mengembangkan, dan meneliti teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga nuklir.
Iran selama ini bersikukuh bahwa program nuklirnya semata-mata untuk keperluan sipil. Negara itu juga merupakan penandatangan NPT dan menganggap hak tersebut tidak dapat dinegosiasikan.
>>> Kong Seong Ha Hadapi Roh Jahat Saat Cari Adik di Film Horor The Shrine
Pernyataan Baghaei menegaskan kembali posisi prinsipil Iran. Teheran tidak akan menukar hak yang dijamin perjanjian internasional dengan tuntutan sepihak.