Jerman pada Senin memperingatkan konsekuensi ekonomi dari perang di Iran dan potensi blokade Selat Hormuz. Peringatan ini disampaikan menjelang pertemuan para menteri keuangan G7 di Paris, Prancis.
Wakil Kanselir sekaligus Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil, menyebut perang tersebut sebagai ancaman serius bagi perekonomian global. Konflik ini juga menyebabkan kerusakan besar terhadap pembangunan ekonomi.
>>> Kemensos Integrasikan Data Tunggal Nasional untuk Evaluasi Bansos
Klingbeil menegaskan bahwa segala upaya harus dilakukan untuk mengakhiri perang secara permanen. Kawasan perlu distabilkan dan jalur pelayaran harus tetap bebas.
"Dalam hal ini, jalan kami sebagai bangsa Eropa tetap jelas: Kami lebih mengutamakan kerja sama daripada konfrontasi," katanya.
Pertemuan menteri keuangan G7 yang dimulai pada Senin ini akan fokus pada dampak ekonomi konflik di Timur Tengah.
>>> Bahlil: Uji Coba CNG 3 Kilogram Berlangsung di China dan Indonesia
Para peserta juga akan membahas kemungkinan konsekuensi terhadap perdagangan global.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia untuk perdagangan minyak dan gas.
Krisis saat ini menegaskan pentingnya Jerman dan Eropa menjadi lebih mandiri dan tangguh, terutama dalam bahan baku, energi, dan rantai pasok.
>>> Embarkasi Banjarmasin Berangkatkan Calon Haji Tertua Usia 102 Tahun
Diskusi di Paris juga akan melibatkan menteri keuangan dari Brasil, India, Korea Selatan, dan Kenya.
