unique visitors counter
⌂ Beranda News Pemprov Papua Percepat Cetak Sawah 100 Hektare di Waropen

Pemprov Papua Percepat Cetak Sawah 100 Hektare di Waropen

Pemprov Papua Percepat Cetak Sawah 100 Hektare di Waropen
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Provinsi Papua mempercepat program cetak sawah seluas 100 hektare di Kabupaten Waropen. Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN).

Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyatakan penanaman perdana dilakukan di sawah masyarakat Kampung Baino Jaya, Distrik Oudate. Kegiatan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026.

>>> Zara Larsson Kembali Gelar Konser Virtual di Roblox

IN2

Menurut Fakhiri, keterbatasan fiskal daerah akibat efisiensi anggaran mendorong pemda memanfaatkan program strategis nasional. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat.

"Kondisi fiskal daerah yang terbatas akibat efisiensi anggaran membuat pemerintah daerah harus memanfaatkan program-program strategis nasional yang didukung pemerintah pusat," ujarnya.

Fakhiri mengaku telah berkeliling menemui para menteri untuk meminta agar program tersebut segera dikerjakan. Ia menegaskan semua provinsi kini menghadapi kondisi serupa.

in2

Pemprov Papua kini fokus pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai motor penggerak ekonomi baru. Cetak sawah menjadi salah satu prioritas utama.

"Saya fokus di pertanian, perkebunan, peternakan. Salah satu fokus yaitu cetak sawah ini.

Ada pembukaan lahan, revitalisasi dan optimalisasi," katanya.

>>> Sopir Bajaj Tewas Ditabrak Mobil WNA China di Tamansari Jakbar

Fakhiri menambahkan Waropen memiliki lahan luas dan subur yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian. Ia meminta Pemkab Waropen segera mengeksekusi program cetak sawah hingga 700 hektare.

"Itu uang ada, tinggal Pak Bupati dan Kepala Dinas saja kerja. Kalau kepala dinas kerja lambat, copot saja, ganti yang mau kerja," ujarnya tegas.

Selain padi, Fakhiri mendorong pengembangan komoditas lain seperti kelapa, kakao, kopi, singkong, hingga tanaman jarak sebagai sumber energi terbarukan.

Ia juga mengingatkan pentingnya melibatkan masyarakat adat dalam setiap program pembangunan.

"Proteksi bagi orang Papua itu tidak boleh ditawar-menawar. Masyarakat adat harus dilibatkan dalam setiap program pembangunan," katanya.

Gubernur Mathius D Fakhiri menekankan bahwa Waropen memiliki lahan yang luas dan subur, sehingga sangat potensial untuk pengembangan pertanian.

>>> BP BUMN Dorong Percepatan Transformasi Digital Lewat Sektor Telekomunikasi

Ia juga mendorong pengembangan komoditas lain seperti kelapa, kakao, kopi, singkong, hingga tanaman jarak sebagai sumber energi terbarukan.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru