Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn. ) Dudung Abdurachman memberikan penjelasan terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai penggunaan dolar AS di desa.
Menurutnya, pernyataan itu ingin menyoroti bahwa masyarakat desa memanfaatkan sumber daya lokal dalam kehidupan sehari-hari.
>>> Rektor UI: Lulusan Vokasi Siap Bersaing di Pasar Global
"Beliau pemimpin yang bijak, maksudnya di daerah itu tidak kenal dolar.
Di daerah makan dengan sumber daya alam yang lokal," kata Dudung usai meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin.
Dudung menyebut bahwa warga desa kebanyakan menggunakan sumber daya lokal seperti jagung, ikan, dan ayam yang sudah tersedia di wilayah masing-masing.
Ia meminta agar pernyataan presiden tidak ditanggapi secara berlebihan.
"Pengertiannya seperti itu, tidak usah ditanggapi yang berlebihan saya rasa," ujar Dudung.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dialami oleh negara lain, bukan hanya Indonesia.
>>> PKP dan Kemenbud Siapkan BSPS untuk 3.053 Pekerja Seni dan Budayawan
"Tapi yang jelas menurut beliau pangan tetap terjaga, kita masih bisa," jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), meyakinkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
Hal ini disampaikan meskipun nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir.
"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat.
Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat," kata Presiden.
Pemimpin Kantor Staf Presiden (KSP) itu menggarisbawahi bahwa pelemahan mata uang terhadap dolar AS juga dialami oleh negara lain, bukan hanya Indonesia.
>>> Polisi Ringkus Dua Pelaku Curanmor di Penjaringan
"Tapi yang jelas menurut beliau pangan tetap terjaga, kita masih bisa," jelas Dudung.