unique visitors counter
⌂ Beranda News Rupiah Melemah ke Rp17.630 per Dolar AS pada Senin Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.630 per Dolar AS pada Senin Pagi

Rupiah Melemah ke Rp17.630 per Dolar AS pada Senin Pagi
Ilustrasi uang rupiah dan dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada awal pekan ini.

Pada Senin pagi, rupiah tercatat turun 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS.

>>> IHSG Senin Dibuka Melemah 94,34 Poin ke Level 6.628,98

IN2

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.597 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi pada sesi pembukaan perdagangan Senin, 18 Mei 2026.

Faktor Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh beberapa faktor global dan domestik. Di pasar internasional, dolar AS masih menunjukkan kekuatan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sementara itu, sentimen pasar terhadap mata uang emerging market seperti rupiah masih tertekan. Investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.

in2

Kebijakan moneter bank sentral AS juga menjadi perhatian pelaku pasar. Sinyal kenaikan suku bunga acuan membuat dolar semakin perkasa.

Dampak bagi Perekonomian

Pelemahan rupiah dapat berdampak pada sektor impor dan inflasi. Barang-barang impor menjadi lebih mahal, sehingga berpotensi meningkatkan harga di dalam negeri.

Namun, sektor ekspor justru bisa diuntungkan karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global. Pelaku usaha diharapkan dapat mengelola risiko nilai tukar dengan baik.

Bank Indonesia terus memantau pergerakan rupiah dan siap melakukan intervensi jika diperlukan. Stabilitas nilai tukar menjadi salah satu prioritas untuk menjaga perekonomian nasional.

>>> Kemacetan Kembali Terjadi di Jakarta Timur Usai Libur Panjang

Pasar keuangan Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global. Cadangan devisa yang memadai menjadi bantalan untuk menghadapi gejolak eksternal.

Para analis memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat. Faktor eksternal seperti data ekonomi AS dan kebijakan The Fed akan menjadi penentu arah pergerakan.

Pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan global dan domestik. Manajemen risiko yang baik diperlukan untuk menghadapi volatilitas nilai tukar.

Pemerintah juga terus berupaya memperkuat fundamental ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang solid dan inflasi yang terkendali diharapkan dapat menopang stabilitas rupiah.

Meskipun melemah, rupiah masih berada dalam kisaran yang wajar dibandingkan negara emerging market lainnya. Kondisi ini masih dalam batas yang dapat dikelola oleh otoritas moneter.

Transaksi perdagangan pada hari ini akan terus dipantau untuk melihat pergerakan selanjutnya. Intervensi bank sentral dapat dilakukan jika pelemahan berlangsung signifikan.

>>> Sudin LH Jaksel Targetkan 1.700 Kendaraan Ikut Uji Emisi Gratis pada 2026

Secara keseluruhan, pelemahan rupiah pada pagi ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang normal. Pelaku pasar diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan aksi spekulatif.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru