Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan 150 ribu peserta untuk program Magang Nasional 2026 gelombang empat. Program ini bertujuan memperluas akses kompetensi dan pengalaman kerja bagi lulusan baru.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kustandi di Sumedang, Senin (18/5/2026), mengungkapkan bahwa program tersebut masih dalam tahap pengajuan anggaran.
>>> Jerman Peringatkan Dampak Ekonomi Perang di Iran
Anggaran sedang dibahas di Sekretariat Negara sebelum direalisasikan.
“Untuk tahun ini kami sudah mengajukan ke Presiden dan sedang proses di Setneg untuk pembiayaan.
Target 150 ribu peserta dan semoga bisa berjalan, paling tidak di Juli sudah mulai proses,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari ekosistem pengembangan kompetensi tenaga kerja. Ekosistem tersebut juga mencakup Skill Hub dan Career Hub yang dapat diakses mahasiswa maupun alumni perguruan tinggi.
Melalui ekosistem itu, peserta tidak hanya mendapat pelatihan. Mereka juga memperoleh akses informasi kerja dan peluang magang di berbagai sektor.
Program Magang Nasional dirancang menjangkau seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Berbagai instansi dan dunia usaha turut terlibat dalam program ini.
Bidang magang yang dibuka bersifat lintas sektor. Mulai dari pemerintahan, kementerian, lembaga negara, hingga perusahaan swasta.
>>> Kemensos Integrasikan Data Tunggal Nasional untuk Evaluasi Bansos
“Bidangnya semua bidang. Jadi pemerintahan juga kita akan buka, kementerian, negara, lembaga, kemudian perusahaan juga,” jelas Cris.
Program magang sebelumnya mendapat respons positif. Dunia usaha dan instansi pemerintah merasa terbantu karena memenuhi kebutuhan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kompetensi peserta.
“Antusias luar biasa.
Dari perusahaan mereka merasa terbantu sekali, dari kementerian juga terbantu karena tertutupi kebutuhan kerjanya, dan peserta mendapatkan keahlian serta sertifikat kompetensi,” ujarnya.
Mekanisme seleksi dilakukan melalui sistem pendaftaran berbasis kebutuhan instansi atau perusahaan. Termasuk penentuan kuota, bidang, dan lokasi penempatan.
“Penyaringan tetap seperti sebelumnya. Perusahaan membuka lowongan, kementerian membuka kebutuhan, lalu peserta mendaftar sesuai pilihan yang tersedia,” tambahnya.
>>> Bahlil: Uji Coba CNG 3 Kilogram Berlangsung di China dan Indonesia
Program ini diharapkan memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan industri. Selain itu, meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan pasar kerja nasional.
