Kremlin menyatakan memiliki harapan besar terhadap kunjungan resmi Presiden Rusia Vladimir Putin ke China yang akan datang.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan strategis dan kerja sama ekonomi kedua negara.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan bahwa Putin tengah mempersiapkan kunjungan tersebut bersama delegasi. Delegasi terdiri dari wakil perdana menteri, menteri, dan pimpinan perusahaan Rusia.
"Saya dapat mengatakan bahwa kami memiliki harapan yang sangat serius," kata Peskov kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Agenda Ekonomi dan Diplomasi
Menurut Peskov, seluruh isu ekonomi dalam agenda hubungan Rusia dan China akan dibahas selama kunjungan berlangsung.
Ia menambahkan bahwa setiap pertemuan antara Putin dan Presiden China Xi Jinping selalu memberikan dorongan baru bagi perluasan hubungan bilateral.
"Kami mengembangkan hubungan independen dan sangat beragam dengan China, yang kami sebut sebagai kemitraan strategis istimewa dan khusus," ujar Peskov.
Peskov menambahkan bahwa hubungan Rusia dan China saat ini berkembang luas di berbagai bidang kerja sama. Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat kemitraan yang sudah berjalan.
Kunjungan Putin ke China ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral di tengah dinamika geopolitik global.
Kedua negara telah menjalin kemitraan strategis yang erat dalam beberapa tahun terakhir.
Kerja sama ekonomi menjadi salah satu fokus utama dalam hubungan Rusia-China. Kedua negara telah meningkatkan volume perdagangan dan investasi di berbagai sektor.
Selain itu, Rusia dan China juga aktif bekerja sama di forum multilateral seperti Shanghai Cooperation Organization (SCO) dan BRICS.
Pertemuan antara Putin dan Xi Jinping sebelumnya telah menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
Kunjungan resmi ini diharapkan dapat membuka babak baru dalam hubungan bilateral. Kremlin optimistis bahwa pertemuan ini akan menghasilkan kemajuan signifikan.
Peskov menekankan bahwa hubungan Rusia-China bersifat independen dan tidak terpengaruh oleh pihak ketiga. Kedua negara memiliki kepentingan bersama yang saling menguntungkan.
Delegasi yang mendampingi Putin menunjukkan keseriusan Rusia dalam memperkuat kerja sama dengan China. Kehadiran para menteri dan pimpinan perusahaan diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis.
Kunjungan ini juga menjadi sinyal bahwa Rusia dan China terus memperdalam kemitraan di tengah tekanan internasional. Kedua negara saling mendukung dalam isu-isu global.
Masyarakat internasional akan mengamati hasil kunjungan ini dengan saksama. Langkah-langkah konkret yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas regional dan global.
Kremlin belum mengumumkan tanggal pasti kunjungan tersebut. Namun, persiapan yang dilakukan menunjukkan bahwa kunjungan ini akan segera terlaksana.