Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China akan semakin memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers rutin di Beijing pada Senin, 18 Mei 2026.
>>> Real Madrid Umumkan Dani Carvajal Hengkang Akhir Musim 2025/26
Putin dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 19 hingga 20 Mei 2026 atas undangan Presiden China Xi Jinping.
Kunjungan ini merupakan yang ke-25 kalinya bagi pemimpin Rusia tersebut ke China.
Agenda Pembicaraan
Selama kunjungan, Xi Jinping dan Putin akan bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral, kerja sama di berbagai bidang, serta isu-isu internasional dan regional yang menjadi kepentingan bersama.
Hal ini disampaikan Guo Jiakun sebagaimana dilansir Xinhua.
Kedua pemimpin diharapkan membahas langkah-langkah konkret untuk memperdalam kemitraan strategis antara China dan Rusia. Kerja sama di sektor energi, perdagangan, dan keamanan menjadi sorotan utama.
Dampak bagi Stabilitas Global
Guo Jiakun menekankan bahwa kunjungan ini akan menjadi momentum untuk terus mendorong perkembangan hubungan China-Rusia ke tingkat yang lebih tinggi.
Menurutnya, hal ini akan memberikan stabilitas dan energi positif yang lebih besar bagi dunia.
China dan Rusia telah menjalin hubungan diplomatik yang erat dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara kerap bekerja sama di forum internasional seperti PBB dan SCO.
>>> BEI: Saham RI Keluar dari Indeks Global Konsekuensi Jangka Pendek
Kunjungan Putin ke China juga menjadi sinyal kuat di tengah dinamika geopolitik global. Beijing dan Moskow sama-sama menekankan pentingnya tatanan dunia multipolar.
Masyarakat internasional akan mengamati hasil pertemuan ini, terutama terkait isu Ukraina dan kerja sama ekonomi. China sendiri telah berulang kali menyerukan dialog dan negosiasi untuk menyelesaikan konflik.