Produksi listrik oleh perusahaan-perusahaan pembangkit listrik utama China mengalami peningkatan pada April 2026.
Badan Statistik Nasional (NBS) China melaporkan kenaikan sebesar 2,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
>>> Analis: Bitcoin Tembus 81 Ribu Dolar AS Didorong RUU Kripto AS
Total produksi mencapai 744 miliar kilowatt-jam (kWh) pada bulan tersebut. Angka ini dirilis pada Senin (18/5/2026) oleh otoritas statistik setempat.
Tingkat pertumbuhan tersebut tercatat 1,2 poin persentase lebih tinggi dibandingkan capaian pada Maret 2026. Hal ini menunjukkan adanya percepatan produksi listrik di negara tersebut.
Kinerja Produksi Empat Bulan Pertama
Secara kumulatif, produksi listrik oleh perusahaan-perusahaan besar China pada Januari hingga April 2026 mencapai 3,12 triliun kWh.
Angka ini naik 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan aktivitas industri dan kebutuhan energi di China. Data NBS menunjukkan tren positif dalam pasokan listrik nasional.
Produksi Berdasarkan Sumber Energi
Jika dijabarkan berdasarkan sumbernya, output listrik tenaga air mencatatkan lonjakan signifikan. Pada April 2026, produksi listrik tenaga air naik 12,2 persen secara tahunan.
Laju pertumbuhan sektor ini meningkat 1,4 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, output listrik tenaga surya juga menunjukkan peningkatan sebesar 7,1 persen (yoy).
>>> Kabul Tuntut Pembebasan Tahanan Afghanistan di Guantanamo
Listrik tenaga termal, yang masih menjadi andalan, mencatat kenaikan 3,1 persen secara tahunan. Namun, tidak semua sumber energi mengalami pertumbuhan positif.
Output listrik tenaga nuklir justru turun 8,7 persen dibandingkan April tahun lalu. Penurunan juga terjadi pada listrik tenaga bayu yang berkurang 5 persen secara tahunan.
Data NBS memberikan gambaran tentang pergeseran bauran energi di China. Meski energi terbarukan seperti air dan surya tumbuh, tenaga nuklir dan bayu masih menghadapi tantangan.
Peningkatan produksi listrik secara keseluruhan menunjukkan ekonomi China terus berjalan. Pasokan listrik yang stabil menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas industri dan rumah tangga.
Pemerintah China terus mendorong pengembangan energi bersih. Namun, ketergantungan pada tenaga termal masih cukup besar untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Fluktuasi produksi listrik tenaga nuklir dan bayu perlu dicermati. Faktor pemeliharaan dan kondisi alam bisa memengaruhi output dari kedua sumber tersebut.
>>> SV Elversberg Cetak Sejarah, Promosi ke Bundesliga untuk Pertama Kalinya
Secara umum, data produksi listrik April 2026 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan 2,6 persen menjadi indikator pemulihan dan ekspansi sektor energi China.