unique visitors counter
⌂ Beranda News Warga Pulau Kelapa Diajak Bangun Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming

Warga Pulau Kelapa Diajak Bangun Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming

Warga Pulau Kelapa Diajak Bangun Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, mengajak warga membangun ketahanan pangan melalui urban farming.

Budi daya pertanian di lahan terbatas ini digalakkan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Nyiur Melambai.

>>> Polisi Ringkus Manusia Silver yang Todong Pengendara Motor di Kuta

IN2

Pada Senin (18/5/2026), panen perdana menghasilkan 14 kilogram kangkung dan 1,5 kilogram cabai.

Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Urban farming di RPTRA bertujuan mendorong warga aktif memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan produktif. “Ini merupakan upaya mendukung ketahanan pangan keluarga,” kata Adriansyah di Jakarta.

in2

Hasil panen dijual kepada warga sekitar dengan harga terjangkau. Kangkung dibanderol Rp10 ribu per 700 gram, sedangkan cabai Rp10 ribu per ons.

>>> Ring Tinju di Kolong Flyover Pasar Rebo Diresmikan, Efektif Cegah Tawuran

Pengelola RPTRA Nyiur Melambai, Haryati, mengaku senang tanaman yang dirawat bersama dapat dipanen dan diminati warga.

“Alhamdulillah hasil panen kali ini cukup baik dan warga juga antusias membeli hasil sayuran segar dari RPTRA,” ujar Adriansyah.

Kegiatan ini juga membantu memenuhi kebutuhan pangan sehat masyarakat. Hasil penjualan turut mendukung keberlangsungan penghijauan dan pertanian di RPTRA.

Menurut Adriansyah, kegiatan ini juga membantu memenuhi kebutuhan pangan sehat masyarakat. Selain itu, hasil penjualan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan penghijauan dan pertanian di RPTRA.

>>> Pemerintah Masih Kaji Tarif Resiprokal dengan Amerika Serikat

"Hasil panen sayuran tersebut juga dijual kepada warga sekitar dengan harga terjangkau yakni kangkung Rp10 ribu per 700 gram dan cabai Rp10 ribu per ons," katanya.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru