unique visitors counter
⌂ Beranda News Menjaga Ketahanan Pangan dengan Menumbuhkan Cinta Bertani pada Generasi Muda

Menjaga Ketahanan Pangan dengan Menumbuhkan Cinta Bertani pada Generasi Muda

Menjaga Ketahanan Pangan dengan Menumbuhkan Cinta Bertani pada Generasi Muda
Petani muda menerbangkan drone pertanian di sawah
A A Ukuran Teks16px

Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan beras di gudang pemerintah. Hal ini juga menyangkut kesiapan generasi penerus yang mau terjun ke dunia pertanian.

Di tengah minimnya minat anak muda menjadi petani, berbagai pihak mulai mendorong regenerasi pertanian. Upaya itu dilakukan melalui edukasi pangan dan pelibatan pelajar dalam praktik bercocok tanam.

>>> BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli 2026 Seiring Penurunan Permintaan Valas

IN2

Eduwisata Bulog untuk Pelajar

Badan Urusan Logistik (Bulog) DKI Jakarta dan Banten menjalankan program eduwisata bagi pelajar SMA.

Dua sekolah di Jakarta diajak mengenal ketahanan pangan di Komplek Pergudangan Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Para siswa diperkenalkan dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersusun rapi di gudang.

in2

Area tersebut seluas 55 hektare dan memiliki 68 unit gudang dengan kapasitas masing-masing 3.500 hingga 4.000 ton beras.

Sistem keamanan pangan yang memadai juga ditunjukkan kepada para pelajar.

Pemimpin Bulog Wilayah DKI Jakarta dan Banten Taufan Akib mengatakan program ini bertujuan memberikan gambaran kegiatan operasional Bulog.

Bulog menjalankan perannya mengelola cadangan pangan pemerintah. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan sinergi dengan lembaga pendidikan.

Dengan kerja sama ini, wawasan peserta didik terkait pangan dan peran pemerintah dalam menjamin ketahanan pangan nasional bertambah.

>>> Kapolda Metro Pastikan Integrasi CCTV Utamakan Privasi Warga

Narasi ketahanan pangan dapat terus disebarluaskan oleh generasi muda Indonesia.

Program eduwisata ini merupakan bagian dari literasi kepada anak bangsa. Tujuannya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pengetahuan siswa mengenai ketahanan pangan diharapkan meningkat. Mereka juga memahami pentingnya swasembada pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Generasi muda akhirnya melihat langsung bahwa negara berupaya menjamin ketersediaan pangan. Stok cadangan beras yang mereka lihat menjadi bukti nyata upaya tersebut.

Pentingnya transfer ilmu dari generasi tua ke generasi muda ditekankan oleh sahabat Rasulullah, Salman Alfarisi.

Ia menyatakan bahwa manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama generasi muda mau belajar kepada generasi tua.

Jika generasi tua habis sebelum generasi muda sempat belajar, maka rusaklah kebaikan manusia.

>>> BPK Perkuat Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan di BRICS SAI Summit

Oleh karena itu, generasi terdahulu harus proaktif memberikan bimbingan secara berkesinambungan. Sebaliknya, generasi muda harus membuka diri dan mau belajar agar ilmu dapat dilanjutkan dan diwariskan.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru