Sekelompok warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan ke Jalur Gaza dilaporkan diculik oleh pasukan Israel.
Peristiwa ini terjadi saat mereka berlayar bersama armada Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission di Laut Mediterania.
>>> Jaksa Tuntut Tiga Terdakwa Kasus Suap DJKA Enam Tahun Penjara
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menyampaikan bahwa kelompok WNI yang terkena intersepsi terdiri dari sembilan relawan dan dua jurnalis.
Kedua wartawan tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Kecaman Terhadap Intersepsi
Andi mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan di perairan internasional. Ia menekankan bahwa keselamatan para relawan dan wartawan menjadi perhatian serius.
Menurut Andi, para relawan berlayar dengan semangat solidaritas dan membawa bantuan logistik. Sementara itu, para wartawan yang ikut serta tengah menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan.
Tindakan Israel tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal. Andi juga menyebutnya sebagai kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional.
Kementerian Luar Negeri RI telah dimintai keterangan terkait peristiwa ini. Republika juga menyiarkan video yang memperlihatkan Bambang Noroyono dalam kondisi diculik.
>>> Pemkab Garut Siapkan Pendampingan untuk Santriwati Korban Asusila
Dalam video yang diunggah di Instagram, Bambang terlihat mengenakan jaket hitam sambil mengacungkan paspor Indonesia. Ia meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk membebaskannya dari penculikan tentara Zionis Israel.
Menurut Republika, intersepsi terjadi pada Senin pagi waktu Turki di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza.
Bambang bersama wartawan dan relawan lain diketahui menaiki kapal Boralize saat dicegat Israel.
Armada Global Sumud Flotilla berangkat dari marina di Augusta, Sisilia, Italia pada 26 April 2026.
Sebanyak 65 kapal berlayar ke Laut Mediterania secara bertahap dengan bendera Palestina berkibar di tiang-tiang kapal.
Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission" bertujuan menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan.
>>> BPA Kejaksaan Lelang Minyak Mentah Senilai Rp900 Miliar
Armada yang terdiri dari 65 kapal tersebut berlayar secara berurutan pada sore hari sesuai urutan yang ditetapkan, dengan banyak bendera Palestina terlihat berkibar di tiang-tiang kapal.