unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Lomba Lukis Tong Sampah di Cimahi Ajak Warga Peduli Lingkungan
News

Lomba Lukis Tong Sampah di Cimahi Ajak Warga Peduli Lingkungan

Peserta lomba melukis tong sampah di Cimahi
Peserta lomba melukis tong sampah di Cimahi
A A Ukuran Teks16px

Forum Komunikasi Pelukis Kota Cimahi (Forkis) menggelar lomba melukis tong sampah di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (9/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan sekitar 180 peserta dari berbagai kelompok usia.

Ketua Pelaksana Forkis Endang mengatakan lomba ini dirancang sebagai kegiatan berbasis komunitas yang menggabungkan unsur seni dan edukasi lingkungan.

Harapannya, pesan kebersihan dapat diterima masyarakat secara lebih ringan dan menyenangkan.

Menurut Endang, tong sampah yang selama ini identik dengan benda fungsional dapat diubah menjadi media visual yang menarik.

Hal itu diharapkan mendorong warga untuk lebih peduli terhadap fasilitas umum di sekitarnya.

Dalam lomba tersebut, peserta menghias tong sampah dengan beragam motif dan warna.

Mulai dari tema alam, pesan ajakan membuang sampah pada tempatnya, hingga gambar kartun yang menarik perhatian anak-anak.

Suasana kegiatan tampak meriah karena peserta datang dari berbagai kalangan.

Termasuk pelajar, komunitas seni, serta masyarakat umum yang ingin ikut berpartisipasi.

Tong sampah yang telah dilukis rencananya akan ditempatkan di sejumlah titik strategis Kota Cimahi.

Fasilitas umum itu sekaligus menjadi pengingat visual bagi masyarakat agar menjaga kebersihan ruang publik.

Sejumlah pejabat pemerintah daerah turut hadir memantau kegiatan tersebut.

Di antaranya perwakilan Wali Kota Cimahi, Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Disbudparpora Kota Cimahi, Prokopim Kota Cimahi, DPKP Kota Cimahi, hingga Satpol PP.

Anggota DPKP Kota Cimahi Sambas mengatakan kegiatan tersebut dapat menjadi cara sederhana untuk membangun kebiasaan hidup bersih yang dimulai dari lingkungan sekitar.

Ia menilai kampanye kebersihan melalui kegiatan kreatif akan lebih mudah diterima masyarakat, terutama generasi muda.

Pendekatan visual yang menarik membuat pesan edukasi lebih mengena.

Selain sebagai lomba, kegiatan itu juga menjadi ruang interaksi antara komunitas seni dan masyarakat.

Edukasi lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui sosialisasi formal.

Bagi sebagian peserta, melukis tong sampah menjadi pengalaman unik.

Mereka dapat mengekspresikan kreativitas di media yang tidak biasa, sekaligus merasakan bahwa karya mereka nantinya akan digunakan langsung oleh masyarakat.

Forkis menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya menjaga kebersihan ruang publik, terutama di area yang ramai aktivitas warga.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat tidak hanya melihat tong sampah sebagai tempat membuang limbah.

Tong sampah juga menjadi bagian dari ruang kota yang perlu dijaga dan dirawat bersama.

Kegiatan melukis tong sampah itu menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas yang produktif.

Sekaligus mendorong warga lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan kreatif seperti ini sekaligus membawa pesan edukasi lingkungan kepada masyarakat, kata Ketua Pelaksana Forkis Endang dalam keterangannya pada Senin (18/5).

Menurut dia, lomba tersebut dirancang untuk mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan hidup bersih sekaligus mempercantik fasilitas umum.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru