Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk memastikan kondisi keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berangsur kondusif.
Hal ini disampaikan seusai memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya pada Senin (18/5/2026).
>>> Lomba Lukis Tong Sampah di Cimahi Ajak Warga Peduli Lingkungan
“Intinya hari ini kita katakan Kota Wamena sudah aman, masyarakat bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa,” kata Ribka dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) terus melakukan fasilitasi penanganan konflik sosial yang sebelumnya terjadi di Wamena.
Ribka menambahkan, pelayanan publik di berbagai sektor harus tetap berjalan optimal di tengah tantangan yang dihadapi daerah.
Pemda diminta menjaga stabilitas dan memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan yang baik.
Ribka juga mengapresiasi jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya yang tetap menjalankan tugas pemerintahan meskipun menghadapi keterbatasan fiskal dan tantangan wilayah.
“Kami hadir untuk memberikan motivasi dan semangat kepada teman-teman, khususnya ASN di Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya,” ujarnya.
Menurut Ribka, Kabupaten Jayawijaya memiliki peran strategis sebagai daerah transit dan pusat aktivitas di Papua Pegunungan.
>>> Wartawan dan Relawan Indonesia Peserta Flotilla Gaza Dilaporkan Diculik Israel
Berbagai layanan seperti pendidikan, kesehatan, rumah sakit, hingga aktivitas ekonomi masih terpusat di Wamena sehingga membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas Pemda.
Ia mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar tetap disiplin dan menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat.
Profesionalisme ASN menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan pelayanan pemerintahan berjalan dengan baik.
“Kita harapkan supaya teman-teman, khususnya aparatur sipil negara tetap optimis, tetap semangat, kemudian disiplin itu tetap, karena itu menjadi sebuah keharusan dan tanggung jawab,” katanya.
Ribka juga mendorong Pemda lebih kreatif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak sepenuhnya bergantung pada transfer dana pusat.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik di daerah.
Ribka menekankan bahwa pelayanan publik di berbagai sektor harus tetap berjalan optimal di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
>>> Jaksa Tuntut Tiga Terdakwa Kasus Suap DJKA Enam Tahun Penjara
Ia juga mengingatkan ASN untuk tetap disiplin dan menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat.