Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memperkuat kerja sama internasional dalam mendorong akuntabilitas dan pembangunan berkelanjutan.
Hal ini dilakukan melalui partisipasi dalam the 5th BRICS Supreme Audit Institution (SAI) Leaders' Summit 2026.
>>> Lomba Menyipet Jadi Upaya Melestarikan Budaya Dayak Kalimantan
Pertemuan tingkat tinggi itu berlangsung di Bengaluru, India. Dalam forum tersebut, para peserta mengadopsi Deklarasi Bengaluru sebagai komitmen bersama.
Deklarasi tersebut menekankan penguatan akuntabilitas dalam sistem mobilitas perkotaan. Pendekatan yang digunakan adalah audit terintegrasi, citizen-centric, dan berbasis teknologi.
Selain itu, para pemimpin SAI juga menyepakati Rencana Kerja BRICS SAIs 2027-2028. Dokumen ini menjadi panduan kerja sama ke depan.
Peran SAI dalam Transportasi Berkelanjutan
Ketua BPK Isma Yatun menyoroti pentingnya peran SAI dalam pemeriksaan transportasi berkelanjutan. Hal ini sebagai respons terhadap tantangan urbanisasi dan perubahan iklim.
Isma Yatun menyampaikan hal tersebut dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (18/5/2026). Tema BRICS SAIs 2026 adalah "Ease of Living with the Focus on Urban Mobility".
Menurut Isma Yatun, Indonesia telah melakukan berbagai upaya mewujudkan transportasi berkelanjutan. Upaya itu meliputi integrasi transportasi massal, perencanaan tata ruang terintegrasi, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai.
BPK juga berperan memastikan akuntabilitas investasi publik di sektor transportasi. Hal ini dilakukan melalui pelaksanaan pemeriksaan kinerja.
>>> Indonesia Perkuat Ekspor Produk Pangan Lewat SIAL Shanghai 2026
Dalam forum tersebut, BPK memaparkan pengalaman pemeriksaan transportasi perkotaan berkelanjutan. Paparan itu menyoroti efektivitas pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan efisiensi sistem transportasi.
Pertemuan Bilateral dan Penguatan Peran Global
Ketua BPK juga mengadakan pertemuan bilateral dengan SAI Tiongkok dan SAI Rusia. Pertemuan ini bertujuan mempererat kerja sama bilateral.