unique visitors counter
⌂ Beranda News Disdikbud Ngawi Buka Akses Pendidikan untuk 730 Anak Putus Sekolah

Disdikbud Ngawi Buka Akses Pendidikan untuk 730 Anak Putus Sekolah

Disdikbud Ngawi Buka Akses Pendidikan untuk 730 Anak Putus Sekolah
Anak-anak sekolah di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ngawi membuka akses pendidikan bagi 730 anak yang sebelumnya putus sekolah. Program ini bertujuan memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan dasar.

Kepala Disdikbud Ngawi menyatakan bahwa pihaknya mendata anak-anak yang tidak lagi bersekolah. Data tersebut menjadi dasar untuk menjangkau mereka kembali ke dunia pendidikan.

>>> Wamendagri Pastikan Wamena Aman dan Layanan Publik Kembali Normal

IN2

Program Kembali ke Sekolah

Disdikbud Ngawi menggandeng berbagai pihak untuk merealisasikan program ini. Kerja sama dilakukan dengan pemerintah desa dan lembaga pendidikan setempat.

Anak-anak yang terdata akan diarahkan ke sekolah formal maupun nonformal. Mereka diberikan kemudahan akses agar dapat mengikuti pembelajaran sesuai usia.

Program ini tidak hanya fokus pada pendaftaran ulang. Disdikbud juga menyediakan pendampingan bagi anak-anak yang mengalami kendala sosial atau ekonomi.

in2

Dukungan dari Berbagai Pihak

Pemerintah desa berperan aktif dalam mengidentifikasi anak putus sekolah di wilayah masing-masing. Mereka membantu sosialisasi kepada orang tua agar anak kembali bersekolah.

Lembaga pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga dilibatkan. PKBM menyediakan program kesetaraan bagi anak yang tidak bisa mengikuti sekolah reguler.

Disdikbud Ngawi berharap program ini dapat menekan angka putus sekolah di daerah tersebut. Targetnya, seluruh anak yang terdata bisa kembali mengenyam pendidikan pada tahun ajaran mendatang.

>>> Lomba Lukis Tong Sampah di Cimahi Ajak Warga Peduli Lingkungan

Selain itu, Disdikbud juga memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Bantuan berupa seragam, buku, dan alat tulis disiapkan bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mencapai target wajib belajar 12 tahun. Dengan demikian, kualitas sumber daya manusia di Ngawi diharapkan meningkat.

Disdikbud Ngawi juga melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan anak-anak yang sudah kembali bersekolah. Hal ini untuk mencegah mereka putus sekolah kembali di kemudian hari.

Masyarakat diimbau untuk melaporkan jika masih ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ini.

Dengan adanya akses pendidikan yang lebih luas, anak-anak di Ngawi memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih masa depan lebih baik.

>>> Wartawan dan Relawan Indonesia Peserta Flotilla Gaza Dilaporkan Diculik Israel

Pendidikan menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru