Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarbaru meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran obat dan makanan ilegal (OOT). Langkah ini dilakukan melalui penguatan pengawasan di wilayah Kalimantan Selatan.
Kepala BBPOM Banjarbaru menyatakan bahwa peredaran OOT masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya memperketat pengawasan di berbagai jalur distribusi.
>>> Muhadjir Effendy Diperiksa KPK soal Kuota Haji Tambahan 2022
Pengawasan Diperkuat di Berbagai Sektor
Pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar tradisional, tetapi juga di toko obat, apotek, dan sarana distribusi lainnya. BBPOM Banjarbaru juga menggandeng aparat kepolisian dan pemerintah daerah.
Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memutus rantai peredaran OOT. Selain itu, BBPOM Banjarbaru gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada.
Masyarakat diimbau untuk selalu membeli obat dan makanan di tempat resmi. Produk ilegal seringkali tidak memenuhi standar keamanan dan dapat membahayakan kesehatan.
>>> Chery Resmi Bawa Chery Q ke Indonesia, EV Kompak untuk Anak Muda
Edukasi dan Sosialisasi Digencarkan
BBPOM Banjarbaru juga mengedukasi pelaku usaha tentang pentingnya izin edar. Pelaku usaha yang terbukti menjual OOT akan dikenakan sanksi tegas.
Pengawasan diperketat menjelang bulan Ramadhan dan hari besar keagamaan. Pada momen tersebut, peredaran OOT biasanya meningkat seiring tingginya permintaan.
BBPOM Banjarbaru mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan produk mencurigakan. Laporan dapat disampaikan melalui kanal pengaduan resmi.
>>> Pameran Batik Bhinneka Tunggal Ika Targetkan Regenerasi Pelestari Budaya
Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan peredaran OOT dapat ditekan. Masyarakat pun terlindungi dari risiko konsumsi obat dan makanan ilegal.