unique visitors counter
⌂ Beranda News PPIH Embarkasi Makassar Berangkatkan Utuh JCH Sultra ke Makkah

PPIH Embarkasi Makassar Berangkatkan Utuh JCH Sultra ke Makkah

PPIH Embarkasi Makassar Berangkatkan Utuh JCH Sultra ke Makkah
Jamaah calon haji asal Sulawesi Tenggara di Embarkasi Makassar
A A Ukuran Teks16px

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, memberangkatkan jamaah calon haji (JCH) asal Sulawesi Tenggara (Sultra) ke Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi.

Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail melepas secara resmi rombongan JCH Kelompok Terbang (Kloter) 38 UPG Embarkasi Makassar pada Senin (18/5/2026).

>>> 57.600 UMKM Jadi Pemasok Program Makan Bergizi Gratis

IN2

Pemberangkatan dilakukan setelah jamaah menjalani proses karantina di Asrama Haji Sudiang.

Rincian Jamaah Kloter 38

Total jamaah calon haji yang diberangkatkan sebanyak 393 orang, seluruhnya berasal dari Sulawesi Tenggara tanpa campuran dari daerah lain.

Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya atau sekitar 142 orang masuk kategori lanjut usia (lansia).

in2

Ketua Kloter 38, Laode Alimaris, mengatakan rombongannya terdiri dari jamaah dari delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Delapan daerah tersebut adalah Kabupaten Bombana, Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Muna, Muna Barat, Konawe Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur.

Calon haji tertua di kloter ini berusia 89 tahun dan menggunakan kursi roda, sedangkan yang termuda berusia 16 tahun.

Dari total jamaah, sebanyak 142 orang tercatat sebagai lansia, dengan jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

Tingginya jumlah jamaah lansia membuat petugas kloter menerapkan langkah antisipatif untuk menjaga kondisi kesehatan jamaah tetap stabil hingga puncak haji.

Kloter 38 termasuk dalam gelombang akhir keberangkatan, sehingga waktu persiapan menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) relatif singkat.

>>> Liburan Multigenerasi Jadi Tren Perjalanan Wisata di Indonesia

“Setelah tiba di Tanah Suci, fokus utama kami adalah menyelesaikan umrah wajib. Setelah itu, jamaah diarahkan agar tidak terlalu memforsir tenaga untuk ibadah sunnah,” kata Laode.

Ia menambahkan, sekitar enam hari setelah tiba di Makkah, jamaah sudah harus menghadapi fase Armuzna yang dikenal sebagai tahapan paling menguras tenaga.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru