unique visitors counter
⌂ Beranda News Aceh Minta Konsultan Adaptif Hadapi Risiko Bencana

Aceh Minta Konsultan Adaptif Hadapi Risiko Bencana

Aceh Minta Konsultan Adaptif Hadapi Risiko Bencana
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Aceh meminta Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Aceh menjawab tantangan pembangunan di daerah rawan bencana. Perencanaan harus adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada mitigasi risiko.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) XI INKINDO Aceh 2026 di Banda Aceh, Senin (18/5/2026).

>>> Kuba Peringatkan Aksi Militer AS Akan Picu 'Bloodbath'

IN2

“Pembangunan ke depan harus dirancang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada mitigasi risiko bencana,” kata M Nasir.

Musprov tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kontribusi tenaga konsultan. Tantangan pembangunan daerah semakin kompleks.

Tema penguatan profesionalisme anggota INKINDO dalam menyikapi kebencanaan dan dinamika regulasi jasa konsultansi dinilai relevan dengan kondisi Aceh saat ini.

in2

Aceh merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Proses pembangunan harus dirancang lebih adaptif dan memperhatikan mitigasi risiko bencana.

Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir tahun lalu menjadi pelajaran penting. Pembangunan yang tangguh dan aman bagi masyarakat sangat diperlukan.

“Kerusakan infrastruktur serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat akibat banjir dan longsor harus menjadi perhatian bersama dalam proses perencanaan pembangunan,” ujar M Nasir.

>>> Aktivitas Kegempaan Semeru Masih Tinggi, Status Tetap Siaga

Sektor konstruksi saat ini menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Aceh. Kontribusinya mencapai 1,36 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 1,27 persen.

Peran jasa konsultansi sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran, aman, efisien, dan berkualitas.

“Mulai dari penyusunan tata ruang, studi kelayakan, desain infrastruktur hingga pengawasan pekerjaan membutuhkan kompetensi, integritas, dan tanggung jawab profesional yang tinggi,” katanya.

M Nasir berharap INKINDO Aceh terus menjadi organisasi profesi yang solid dan progresif. Organisasi harus mampu meningkatkan kapasitas anggota agar profesional dan adaptif terhadap perkembangan regulasi.

“Semoga MUSPROV XI ini mampu melahirkan kepemimpinan organisasi yang amanah, visioner, serta memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh di masa mendatang,” demikian M Nasir.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan infrastruktur serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat akibat banjir dan longsor harus menjadi perhatian bersama dalam proses perencanaan pembangunan.

>>> Lalu Lintas Tanker di Selat Hormuz Meningkat Setelah Capai Titik Terendah

Peran jasa konsultansi sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran, aman, efisien, dan berkualitas, mulai dari penyusunan tata ruang, studi kelayakan, desain infrastruktur hingga pengawasan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi, integritas, dan tanggung jawab profesional yang tinggi.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru