unique visitors counter
⌂ Beranda News Kemenhaj Optimalkan Layanan Konsumsi Jelang Puncak Haji di Armuzna

Kemenhaj Optimalkan Layanan Konsumsi Jelang Puncak Haji di Armuzna

Kemenhaj Optimalkan Layanan Konsumsi Jelang Puncak Haji di Armuzna
Makanan siap santap untuk jamaah haji Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan persiapan layanan konsumsi bagi jamaah calon haji Indonesia menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Langkah ini diambil untuk menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan jamaah selama menjalani rangkaian ibadah.

>>> Asosiasi Pengembang Nilai Tenor KPR 40 Tahun Perluas Akses MBR

IN2

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyatakan bahwa fokus saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna. Menurutnya, layanan konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jamaah.

Hingga saat ini, sebanyak 464 kloter dengan 179.463 orang dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, 455 kloter dengan 175.682 orang dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.

in2

Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, telah tiba 190 kloter dengan 72.904 orang dan 759 petugas.

Selain itu, sebanyak 12.180 orang calon haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani ibadah sesuai jadwal.

Skema Makanan Siap Santap

Maria menjelaskan bahwa fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan kompleks. Oleh karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan dengan baik, cepat, aman, dan terukur.

Pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji.

Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi, daya tahan makanan, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

"Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa Nusantara agar lebih sesuai dengan selera jamaah Indonesia.

>>> Jepang dan Brasil Perkuat Hubungan di Bidang Ekonomi dan Keamanan

Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jamaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi," kata Maria.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru