Selain faktor usia, cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian serius petugas haji. Suhu panas yang tinggi berisiko memicu dehidrasi, terutama bagi jamaah lansia.
“Karena itu, petugas terus mengingatkan jamaah agar disiplin menjaga asupan cairan selama berada di Tanah Suci. Jangan menunggu haus baru minum.
Setiap 15 menit dianjurkan minum air meskipun hanya satu atau dua teguk,” ujar Laode.
Ia menyarankan jamaah mengonsumsi cairan oralit untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi saat menjalani aktivitas ibadah di tengah cuaca panas.
Kloter 38 merupakan kloter kedua terakhir dari Sulawesi Tenggara yang bertolak ke Makkah pada Senin (18/5) sekitar pukul 18.50 Wita.
Setelahnya, masih ada Kloter 39 yang juga membawa jamaah dari Sultra dan bergabung dengan jamaah dari Sulawesi Selatan.
Petugas haji memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan fisik jamaah lansia, terutama menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.
>>> Ahli Virologi: Virus Corona Tak Lagi Jadi Ancaman Serius
Laode Alimaris menekankan pentingnya disiplin menjaga asupan cairan dan mengonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.