Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria menindaklanjuti penyesuaian suku bunga program PNM Mekaar menjadi 8 persen.
Langkah ini diambil dengan menggelar rapat bersama jajaran Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk serta Direksi dan Komisaris PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
>>> Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas, Status Siaga
Rapat tersebut digelar sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Arahan itu memastikan akses pembiayaan bagi keluarga prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro semakin terjangkau dan tepat sasaran.
Fokus Pembahasan Rapat
Pembahasan dalam rapat mencakup penguatan akses permodalan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Hal ini dilakukan dengan tetap menjaga keberlanjutan bisnis, kualitas pembiayaan, serta kesehatan ekosistem Ultra Mikro Holding.
Dony Oskaria menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan program pembiayaan ultra mikro. Menurutnya, program tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Penguatan pembiayaan ultra mikro harus mampu memperluas akses usaha masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujar Dony yang juga COO Danantara dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Penguatan program dilakukan agar manfaat pembiayaan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Tujuannya adalah menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
>>> DPR Minta Pemerintah Bantu Bebaskan Jurnalis WNI yang Disandera Israel
Peran PNM Mekaar
Hingga saat ini, PNM Mekaar telah melayani lebih dari 16,2 juta nasabah kelolaan. Seluruh nasabah merupakan perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Program tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperluas inklusi keuangan. Selain itu, program ini juga memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di berbagai daerah.
BP BUMN dan Danantara mendukung penguatan program pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
Melalui sinergi antar BUMN, program pembiayaan ultra mikro diharapkan semakin mampu meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.
Harapannya, akses ekonomi produktif semakin luas dan dampak sosial ekonomi lebih merata di seluruh Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Dony Oskaria menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan program pembiayaan ultra mikro agar dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
>>> Wamenlu: UNCLOS Tetap Relevan, Fokus Kini pada Penegakan
BP BUMN dan Danantara mendukung penguatan program pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.