Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup mixed pada perdagangan Senin (11/8/2026). Indeks S&P 500 nyaris datar, sementara Nasdaq 100 turun 0,3 persen.
Pergerakan ini terjadi di tengah investor yang masih mencermati arah suku bunga dan perkembangan geopolitik.
>>> Jadwal Persija vs Persib di Super League 2026: Duel di SUGBK 12 September 2026
Pasar juga memasuki tahap akhir musim laporan keuangan, dengan perusahaan pembuat cip diperkirakan memberikan petunjuk soal valuasi saham.
Pada Jumat pekan lalu, S&P 500 sempat mencetak rekor tertinggi setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan ekonomi kehilangan lapangan kerja secara tak terduga pada Juli.
Hal itu dapat mendorong Federal Reserve menunda kenaikan suku bunga.
>>> Fakta di Balik Jessica Mila ke Pulau Padar Saat Ditutup Sementara
Sektor Energi Pimpin Kenaikan
Enam dari 11 sektor di S&P 500 membukukan kenaikan moderat saat penutupan. Sektor energi memimpin berkat harga minyak yang naik.
Saham energi mencatat kenaikan terbesar sejak April 2025 seiring rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang masih menemui jalan buntu.
>>> Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia Barat, 111 Orang Tewas
Sementara itu, imbal hasil obligasi dan harga minyak naik tipis, membuat sentimen pasar cenderung negatif.
