Komando Operasi (Koops) TNI Habema menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam insiden ledakan di luar Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Minggu (17/5).
Pernyataan itu disampaikan Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (18/5).
>>> PM Malaysia Anwar Ibrahim Kecam Israel Tahan Aktivis Flotilla Gaza
Wirya menyesalkan pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI/Polri sebagai pelaku. Ia menegaskan TNI bukan pelaku pengeboman tersebut.
Menurut Wirya, ada beberapa bukti yang menunjukkan TNI tidak melakukan aksi peledakan itu. Salah satunya, granat yang ditemukan di lokasi berbeda dengan standar granat yang dimiliki TNI.
Selain itu, TNI tidak pernah menggunakan pesawat nirawak (drone) peledak untuk menyerang warga sipil, apalagi di rumah ibadah.
Wirya menambahkan, pihaknya tidak mungkin melakukan hal tersebut karena tugas TNI di Papua sejak awal adalah menciptakan keamanan dan melindungi warga setempat.
"TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua," ucap dia.
>>> BSI Catat Portofolio Pembiayaan Griya Tembus Rp60 Triliun per Maret 2026
Hingga saat ini, Koops Habema terus mencari tahu dalang di balik aksi teror ini. Wirya mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi tidak benar yang menyesatkan dan menuduh TNI terlibat.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya," kata Wirya.
Dia menduga insiden ini merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua.
Sebelumnya, ledakan terjadi sekitar pukul 17.51 WITA pada Minggu (17/5). Informasi yang dihimpun menyebutkan ledakan mengakibatkan empat orang luka-luka.
Wirya menduga insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua.
>>> Tim Gabungan Polres Bangka Bekuk Pencuri 538 Balok Timah
Ia mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya.