Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan siap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengekspor beras Indonesia dengan harga bersaing.
Langkah ini bertujuan menjaga kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan perekonomian nasional.
>>> Iran Tanggapi Proposal Damai Terbaru AS, Pertukaran Terus Berlanjut
"Kalau kami siap. Begitu ada perintah, kami siap akan melaksanakan perintah tersebut.
Sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," kata Rizal kepada ANTARA di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Presiden Ingatkan Harga Ekspor Jangan Terlalu Murah
Sebelumnya, dalam peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), Presiden Prabowo menyinggung kesiapan Bulog menghadapi peluang ekspor beras.
Saat pidato, ia memanggil Dirut Bulog yang berada di bawah panggung.
"Dirut Bulog mana?" tanya Presiden.
"Siap," jawab Rizal singkat. Prabowo kemudian mengingatkan agar beras Indonesia tidak dijual terlalu murah saat masuk pasar ekspor.
"Jangan jual terlalu murah ya," kata Presiden.
Presiden menegaskan kondisi pangan global masih penuh ketidakpastian. Indonesia harus tetap berhati-hati menjaga cadangan beras nasional sambil membuka peluang ekspor ke negara lain.
"Ingat, krisis bisa lama ini. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu," ujar Prabowo.
Negara Lain Mulai Minta Pasokan Beras ke Indonesia
Presiden Prabowo mengungkapkan sejumlah negara mulai menjalin komunikasi dengan Indonesia untuk membeli beras. Permintaan datang dari berbagai negara, termasuk negara-negara tetangga di kawasan.
"Mereka-mereka yang lebih hebat dari kita. Yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita.
Tapi sekarang datang ke Indonesia minta boleh nggak kita beli beras?" ujar Prabowo.
Ia mengatakan beberapa negara masih berhati-hati dan belum terbuka menyampaikan permintaan karena masih mencari pasokan dari negara lain.