Situasi berubah setelah India menghentikan ekspor beras, jagung, dan gandum demi kebutuhan domestik. Bangladesh kemudian mengikuti langkah tersebut.
"India tutup. Disusul oleh Bangladesh tutup.
Akhirnya ada juga negara-negara yang akhirnya datang juga ke kita," kata Presiden.
Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia akan membantu negara lain yang membutuhkan pangan. Namun harga ekspor harus tetap menguntungkan petani dalam negeri.
"Saya bilang beri. Kalau mereka butuh kita harus bantu.
>>> Baru 7 Perusahaan Tambang di Sulteng Kantongi RKAB 2026
Kita jual kepada mereka, tapi harganya ya yang oke lah. Jangan petani kita korban.
Harga harus minimal untung dikit," ujar Prabowo.
Bulog Siap Eksekusi, Namun Belum Tahu Jumlah Pasti Ekspor
Dirut Bulog mengaku siap bergerak cepat dalam menjalankan penugasan pemerintah, termasuk pengelolaan cadangan beras pemerintah dan distribusi pangan nasional.
Setiap arahan akan segera dieksekusi.
"Kalau ada perintah kan segera kita eksekusi, segera kita tindaklanjuti," katanya.
Namun, Rizal mengaku hingga saat ini Bulog belum mengetahui secara pasti jumlah beras yang akan disiapkan untuk ekspor.
Komunikasi terkait permintaan antarnegara dilakukan langsung pada level kepala negara.
"Kita belum tahu, berapa yang dimintain, kita kan belum tahu. Yang komunikasi beliau saya nggak tahu.
Ini kan (komunikasi sesama) kepala negara," ujar Rizal.
Perum Bulog hingga Sabtu (16/5) mengelola 5,32 juta ton stok cadangan beras pemerintah yang tersimpan di seluruh gudang perusahaan BUMN pangan tersebut.
Negosiasi Ekspor ke Malaysia Capai 200 Ribu Ton
Untuk ekspor beras, Bulog saat ini tengah dalam tahap negosiasi harga dengan Malaysia.
Rencana ekspor ke negara tetangga mencapai 200 ribu ton dengan nilai transaksi diperkirakan sekitar Rp2 triliun.
Rizal menyebut pihak Malaysia mengajukan harga di bawah Rp10.000 per kilogram. Sementara Bulog menginginkan harga lebih tinggi sesuai kualitas beras yang ditawarkan.
"Mereka menawar (harga) di bawah Rp10.000 per kg," ujarnya.
Menurut dia, harga yang diajukan Indonesia berada pada kisaran Rp13.000 per kg hingga Rp14.000 per kg karena beras yang ditawarkan masuk kategori premium.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan tetap membantu negara lain yang membutuhkan pangan, namun harga ekspor harus tetap menguntungkan petani dalam negeri.
"Saya bilang beri. Kalau mereka butuh kita harus bantu.
Kita jual kepada mereka, tapi harganya ya yang oke lah. Jangan petani kita korban.
>>> Wamenlu: Kerja Sama di Selat Malaka Tetap Terjaga di Tengah Ketegangan Global
Harga harus minimal untung dikit," ujar Prabowo.