Meski demikian, permintaan ponsel flagship diperkirakan tetap tinggi. Penggemar teknologi biasanya tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan harga.
>>> Fitur Pause Point Android 17: Solusi Ampuh Atasi Doomscrolling
Qualcomm sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar ini. Publik masih menunggu konfirmasi dari perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
Jika kenaikan harga benar terjadi, maka ponsel flagship tahun depan akan lebih mahal. Konsumen disarankan untuk mulai menabung sejak sekarang.
Kenaikan 25 persen bukanlah angka yang kecil.
Untuk chipset flagship yang saat ini berharga sekitar 200 dolar AS, kenaikan 25 persen berarti tambahan 50 dolar AS.
Tambahan biaya ini tentu akan diteruskan ke konsumen. Harga ponsel flagship bisa naik hingga 50-100 dolar AS tergantung kebijakan produsen.
Kenaikan harga chipset juga bisa mempengaruhi pasar ponsel kelas menengah. Produsen mungkin akan menurunkan spesifikasi untuk menjaga harga tetap terjangkau.
Namun, ada juga kemungkinan produsen tetap mempertahankan harga dengan margin keuntungan yang lebih tipis. Persaingan di pasar ponsel sangat ketat sehingga produsen tidak bisa sembarangan menaikkan harga.
Konsumen di Indonesia mungkin akan merasakan dampaknya dalam beberapa bulan ke depan. Ponsel flagship terbaru biasanya hadir di Indonesia beberapa bulan setelah peluncuran global.
Bagi yang berencana membeli ponsel flagship, sebaiknya segera ambil keputusan. Harga ponsel saat ini mungkin masih lebih murah dibandingkan nanti setelah chipset baru dirilis.
Kenaikan harga chipset Qualcomm ini menjadi pengingat bahwa harga teknologi terus meningkat. Konsumen harus lebih cerdas dalam memilih ponsel sesuai kebutuhan dan anggaran.
>>> Cara Pakai Good Lock di HP Samsung: Kustomisasi Penuh Tanpa Root!
Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari Qualcomm. Semoga ada kejutan positif yang bisa meringankan beban konsumen.
