Petani cabai rawit di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tengah menikmati berkah kenaikan harga jual. Lonjakan harga ini terjadi di tengah menurunnya produksi akibat faktor cuaca.
Harga cabai rawit di tingkat petani dilaporkan melonjak signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat para petani bisa meraih keuntungan lebih besar dari panen mereka.
>>> TNI AU Pastikan Pembangunan Fasilitas Pendukung Rafale Terus Berjalan
Kenaikan harga tidak hanya terjadi di Temanggung, tetapi juga di berbagai daerah lain.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga cabai rawit telah melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) di sejumlah wilayah.
Fenomena serupa juga terjadi di Sulawesi Selatan, di mana pemerintah setempat menggelar gerakan pangan murah untuk menekan lonjakan harga.
Sementara itu, di Kalimantan Tengah, pengawasan harga pangan diperketat.
>>> Fokus Jadi Kunci Shai Gilgeous-Alexander Kembali Raih MVP NBA
Pemerintah Kabupaten Temanggung sebelumnya telah menjamin ketersediaan stok cabai meskipun harga naik. Jaminan ini diberikan untuk mengantisipasi kepanikan di pasar.
Kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk curah hujan tinggi yang mengganggu masa panen. Cuaca ekstrem membuat produksi cabai berkurang, sehingga pasokan ke pasar menipis.
Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan cabai biasanya meningkat. Hal ini turut mendorong harga semakin meroket di pasaran.
>>> Sambut Hari Museum Internasional, Museum di China Ramai Dikunjungi
Bagi petani di Temanggung, situasi ini menjadi momentum untuk mendapatkan hasil panen yang lebih menguntungkan. Mereka berharap harga tetap stabil hingga musim panen berikutnya.