Kenaikan harga plastik di pasaran global membawa dampak tak terduga di Surabaya. Sampah plastik yang dulu dianggap tidak berguna kini menjadi rebutan warga.
Di tempat penampungan sementara, botol mineral dan kantong kresek dikumpulkan untuk dijual. Nilai ekonominya meningkat seiring mahalnya plastik di pasaran.
>>> DKI Jakarta Kemarin: TPST Bantargebang hingga CFD Rasuna Said
Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan momentum ini dengan mendorong bank sampah berbasis RT dan RW. Langkah itu bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga mengubah cara pandang warga terhadap sampah.
Ironi di Balik Kenaikan Harga Plastik
Kenaikan harga plastik membebani pelaku UMKM karena ongkos kemasan naik. Namun di sisi lain, situasi ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga kota.
Selama ini sampah dianggap sebagai masalah akhir. Setelah dibuang, urusan selesai.
Padahal sebagian besar sampah rumah tangga masih memiliki nilai ekonomi.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan Indonesia menghasilkan puluhan juta ton sampah per tahun. Sekitar seperlimanya berupa plastik.
Rendahnya pemilahan dari rumah membuat sampah bercampur dan kehilangan nilai. Kenaikan harga plastik memperlihatkan rantai ekonomi besar di balik botol bekas.
>>> Park Hyun Ji, Bintang "EXchange 4", Resmi Bergabung dengan Agensi Baru
Faktor pemicu kenaikan harga plastik global antara lain harga energi dunia meningkat, pasokan bahan baku terganggu, dan tekanan pada industri daur ulang internasional.
Dampaknya terasa hingga ke tingkat lokal.
UMKM mulai mengeluhkan ongkos kemasan yang naik hingga puluhan persen. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa berujung pada kenaikan harga barang konsumsi.
Di Surabaya, warga mulai memilah sampah dari rumah. Botol bening bernilai tinggi menjadi incaran para pemulung dan pengepul.
Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis bisa menjadi peluang. Sampah yang dulu dihindari kini menjadi komoditas yang diperebutkan.
Di Surabaya, kenaikan harga plastik justru memperlihatkan sesuatu yang selama ini tersembunyi. Ternyata ada rantai ekonomi besar di balik botol bekas dan kantong kresek yang dibuang setiap hari.
>>> MK Gelar Sidang Lanjutan Uji Materiil KUHP, Dengarkan Keterangan Ahli Enam Pemohon
Kenaikan harga plastik global dipicu banyak faktor. Harga energi dunia meningkat, pasokan bahan baku terganggu, dan industri daur ulang internasional mengalami tekanan.