Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (18/5/2026) mengumumkan perpanjangan 30 hari lagi atas pengecualian sanksi yang mengizinkan pembelian minyak Rusia yang dikirim melalui laut.
Kebijakan ini ditujukan untuk membantu negara-negara yang rentan secara energi akibat perang dengan Iran.
>>> Kementerian UMKM Tegaskan Informasi Pendaftaran BLT Rp50 Juta Hoaks
Bessent menyatakan dalam unggahan di X bahwa Treasury menerbitkan lisensi umum 30 hari setelah pengecualian sebelumnya berakhir pada Sabtu lalu.
Langkah ini membalikkan rencana sebelumnya yang tidak akan memberikan perpanjangan.
Lisensi tersebut memungkinkan akses sementara ke minyak mentah dan produk minyak Rusia yang terdampar di kapal tanker tanpa melanggar sanksi berat AS terhadap perusahaan minyak besar Rusia.
Alasan di Balik Perpanjangan
Sumber yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa perpanjangan kedua ini diminta oleh negara-negara miskin dan rentan.
Negara-negara tersebut tidak bisa mendapatkan pengiriman minyak dari Teluk karena perang AS-Israel dengan Iran dan penutupan Selat Hormuz.
"Perpanjangan ini akan memberikan fleksibilitas tambahan, dan kami akan bekerja dengan negara-negara ini untuk memberikan lisensi khusus sesuai kebutuhan," kata Bessent.
"Lisensi umum ini akan membantu menstabilkan pasar minyak fisik dan memastikan minyak mencapai negara-negara yang paling rentan terhadap energi."
Bessent sebelumnya mengatakan kepada Associated Press bulan lalu bahwa tidak ada perpanjangan lebih lanjut yang direncanakan.
Namun pada Senin, ia berargumen bahwa langkah ini akan membantu mengalihkan pasokan yang ada ke negara-negara yang paling membutuhkan.
Hal ini memungkinkan mereka bersaing dengan China untuk mendapatkan minyak yang sebelumnya terkena sanksi.
Tindakan ini menandai kedua kalinya Treasury membiarkan pengecualian sanksi berakhir dan kemudian memperpanjangnya.