unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Perpanjang Lagi Pengecualian Sanksi Minyak Rusia untuk Negara Rentan

AS Perpanjang Lagi Pengecualian Sanksi Minyak Rusia untuk Negara Rentan

AS Perpanjang Lagi Pengecualian Sanksi Minyak Rusia untuk Negara Rentan
Menteri Keuangan AS Scott Bessent berbicara dalam konferensi pers di Paris
A A Ukuran Teks16px

Charles Lichfield, wakil direktur Pusat GeoEkonomi Dewan Atlantik, mengatakan pengecualian ini akan meningkatkan pendapatan minyak Rusia yang sudah didongkrak oleh harga minyak yang lebih tinggi.

Di sisi lain, hal ini mengimbangi dampak meningkatnya serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia dan infrastruktur lainnya.

"Mengingat informasi yang keluar dari ekonomi Rusia yang terlihat buruk, ini mungkin saat yang tepat untuk benar-benar menjatuhkan sanksi," kata Lichfield.

IN2

"Tetapi saya tidak melihat bahwa pemerintahan telah sampai pada kesimpulan itu."

Pada Senin, harga minyak mentah berjangka Brent naik sekitar 2,6 persen untuk ditutup di atas $112 per barel karena kekhawatiran pasokan ketat dengan Selat Hormuz yang masih ditutup.

Harga minyak mentah turun lebih awal pada sesi tersebut karena laporan dari kantor berita Iran bahwa AS mempertimbangkan untuk sementara mencabut sanksi minyak Iran selama perundingan damai.

in2

Namun, CNBC kemudian melaporkan bahwa laporan itu palsu, mengutip seorang pejabat AS. Reuters belum memverifikasi laporan itu secara independen.

Trump kemudian mengatakan dia menunda rencana serangan terhadap Iran untuk memungkinkan negosiasi berlanjut.

Bessent, yang berada di Paris untuk pertemuan para pemimpin keuangan Kelompok Tujuh (G7), mengatakan dia ingin G7 dan sekutu lainnya menegakkan sanksi Iran dengan lebih kuat.

"Kami menyerukan kepada semua G7 dan semua sekutu kami serta seluruh dunia untuk mengikuti rezim sanksi, sehingga kami dapat menindak keuangan ilegal yang mendorong mesin perang Iran dan mengembalikan uang ini kepada rakyat Iran," kata Bessent kepada wartawan.

Bessent, yang berada di Paris untuk pertemuan para pemimpin keuangan Kelompok Tujuh (G7), mengatakan bahwa ia ingin G7 dan sekutu lainnya menegakkan sanksi terhadap Iran dengan lebih kuat.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap Dua Mei 2026

"Kami menyerukan kepada semua negara G7 dan sekutu kami serta seluruh dunia untuk mengikuti rezim sanksi, sehingga kami dapat menindak keuangan ilegal yang mendorong mesin perang Iran dan mengembalikan uang ini kepada rakyat Iran," kata Bessent kepada wartawan.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru