iPhone inter atau eks inter sering menjadi pilihan karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan unit resmi iBox.
Namun, di balik harga miring tersebut, ada sejumlah risiko yang perlu dipertimbangkan.
>>> 4 HP RAM 12 GB Harga Rp2 Jutaan, Cocok untuk Gaming dan Edit Video
Alih-alih ingin bergaya, iPhone inter Anda justru bisa kehilangan sinyal secara tiba-tiba dan berakhir tidak bisa digunakan.
Apa Itu iPhone Inter?
iPhone inter adalah unit yang dibeli dari luar negeri dan masuk ke Indonesia tanpa melalui distributor resmi seperti iBox atau Digimap.
Ponsel ini biasanya dibawa secara perorangan sehingga tidak membayar pajak resmi dan tidak memiliki garansi lokal.
Kenapa Harganya Bisa Jauh Lebih Murah?
Ada beberapa alasan mengapa harga iPhone inter bisa berbeda jauh dengan unit iBox. Pertama, tanpa pajak karena banyak unit inter yang masuk tanpa prosedur bea cukai resmi.
Kedua, mayoritas iPhone inter adalah barang bekas pemakaian orang luar negeri atau barang rekondisi yang telah diperbaiki.
>>> 5 Rekomendasi Tablet Rp2 Jutaan Paling Worth It, Ada yang Punya Slot SIM
Ketiga, aksesoris seperti kotak dan charger sering kali bukan asli alias OEM, sehingga kualitasnya di bawah standar Apple.
Risiko yang Mengintai: Sinyal Hilang hingga Garansi Hangus
Sebelum memutuskan membeli, perhatikan risiko berikut ini.
1. IMEI Terblokir
Jika IMEI ponsel tidak terdaftar di Bea Cukai atau Kemenperin, sinyal operator seluler Anda bakal diblokir.
HP tidak bisa dipakai untuk telepon atau internet menggunakan kartu SIM lokal secara permanen.
>>> Oppo Find X9 Ultra dan Find X9s Resmi Meluncur di Indonesia 26 Mei, Bawa Kamera 200MP
2. Garansi Ghaib
Beli iPhone inter berarti Anda tidak mendapat perlindungan garansi resmi Apple Indonesia. Jika terjadi kerusakan, biaya perbaikan ditanggung sendiri.
