Google resmi memperkenalkan Gemini Spark, agen AI pribadi yang dirancang untuk menangani tugas dan alur kerja atas nama pengguna.
Peluncuran ini terjadi pada gelaran Google I/O 2026.
Gemini Spark menandai perubahan besar bagi asisten Gemini. Kini, ia tidak lagi sekadar chatbot, melainkan menjadi pendamping digital yang lebih proaktif.
Ditenagai oleh Gemini 3.5 dan sistem Antigravity milik Google, Spark dapat bekerja di berbagai aplikasi Workspace. Ia juga tetap beroperasi di latar belakang meskipun pengguna sedang offline.
7 Hal yang Bisa Dilakukan dengan Gemini Spark
Berikut adalah tujuh kemampuan utama yang ditawarkan oleh Gemini Spark.
- Mengotomatiskan tugas berulang: Spark dapat menangani aktivitas repetitif secara terus-menerus di latar belakang. Pengguna bisa mengatur pemicu berulang, seperti memindai laporan kartu kredit bulanan untuk menemukan langganan tersembunyi atau baru.
- Bekerja di berbagai aplikasi Workspace: Spark terintegrasi dengan Gmail, Google Docs, Sheets, dan lainnya untuk menyelesaikan tugas lintas platform.
- Beroperasi secara offline: Tidak seperti asisten AI pada umumnya, Spark tetap aktif meski tidak terhubung ke internet.
- Menjadi agen proaktif: Spark tidak hanya menunggu perintah, tetapi juga dapat menyarankan tindakan berdasarkan kebiasaan pengguna.
- Mengelola jadwal dan pengingat: Spark dapat mengatur pertemuan, mengirim pengingat, dan mengelola kalender secara otomatis.
- Menganalisis data: Spark mampu memproses data dari spreadsheet atau dokumen untuk memberikan ringkasan atau wawasan.
- Bekerja secara kontinu: Spark dapat menjalankan tugas jangka panjang tanpa perlu diaktifkan ulang.
Dengan kemampuan ini, Gemini Spark diharapkan menjadi asisten AI yang lebih mandiri dan efisien bagi pengguna sehari-hari.
>>> Harga Realme 16T Bocor Jelang Peluncuran 22 Mei
>>> Honor Win Turbo Meluncur Akhir Mei, Baterai 10.000mAh
>>> 8 Hal Penting tentang Pembaruan AI Besar-besaran Google Search
