unique visitors counter
⌂ Beranda News Polisi Terima Laporan terhadap Ketua Shinsegae atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik Warga Gwangju

Polisi Terima Laporan terhadap Ketua Shinsegae atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik Warga Gwangju

Polisi Terima Laporan terhadap Ketua Shinsegae atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik Warga Gwangju
Gedung pusat Starbucks di Seattle
A A Ukuran Teks16px

Polisi menerima pengaduan terhadap Ketua Shinsegae Group Chung Yong-jin terkait promosi Starbucks Korea yang kontroversial. Promosi tersebut dinilai menghina korban Gerakan Demokratisasi Gwangju 18 Mei.

Sebuah kelompok masyarakat sipil melaporkan Chung dan mantan CEO Starbucks Korea Sohn Jeong-hyun ke Kepolisian Metropolitan Seoul pada Rabu.

>>> Prabowo Tutup Lebih dari 3.000 Dapur Makan Bergizi Gratis

IN2

Mereka dituduh melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik.

“Promosi itu mengingatkan orang pada pengerahan tank selama peristiwa 18 Mei dan penyiksaan yang menyebabkan kematian aktivis mahasiswa pada 1987,” kata kelompok tersebut.

Mereka menilai hal itu menghina keluarga korban dan warga Gwangju.

in2

Lima penyintas penumpasan pemberontakan Gwangju juga mengajukan pengaduan serupa. Mereka menargetkan Chung, Sohn, dan dua pejabat Starbucks Korea yang bertanggung jawab atas pemasaran.

“Menggunakan penderitaan sejarah untuk promosi bukan sekadar kesalahan pemasaran, melainkan pencemaran nilai-nilai sejarah gerakan pro-demokrasi,” kata mereka dalam pernyataan.

Kronologi Kontroversi

Kontroversi bermula dari promosi gelas Starbucks yang berlangsung 15-26 Mei. Promosi itu menggunakan frasa “Tank Day” dan “Letakkan di atas meja dengan suara ‘Tak!’”

pada 18 Mei, hari peringatan dimulainya pemberontakan.

Frasa “Tank Day” memicu kemarahan karena mengingatkan pada kendaraan militer yang digunakan rezim Chun Doo-hwan untuk menumpas pengunjuk rasa di Gwangju.

Kata “tak” juga dikritik karena merujuk pada penjelasan polisi dalam kasus penyiksaan aktivis Park Jong-chul pada 1987.

Starbucks Global menyebut insiden itu sebagai “insiden pemasaran yang tidak dapat diterima”. Perusahaan menyatakan permintaan maaf kepada warga Gwangju dan keluarga korban.

“Kami sangat menyesali insiden pemasaran yang tidak dapat diterima di Korea yang merujuk dan bertepatan dengan 18 Mei, peringatan Gerakan Demokratisasi Gwangju,” kata Starbucks Global dalam pernyataan kepada The Korea Times.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru